oleh

Tanggapi Kisruh Bupati Pangandaran dengan Seorang Warga, Ketua PPI Pangandaran : Saya Dukung Langkah Pemerintah

Buletin Indonesia News.com

PANGANDARAN Jabar — Beredar kabar terkait adanya kejadian keributan di sekitar Pamugaran yang melibatkan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dengan salah sorang mantan ketua Ormas yaitu Nandang Suhendar bin Solihin alias Ujang Bendo mengundang reaksi dari Tokoh Muda Pangandaran yang sekaligus sebagai ketua PPI Kabupaten Pangandaran Kang Satrio yang akrab disapa Satrio.

Menurut Kang Satrio, setelah menganalisa permasalahan yang terjadi, Kang Satrio berpendapat bahwa kejadian tersebut terjadi dikarenakan Nandang Suhendar bin Solihin alias Ujang Bendo telah melakukan perbuatan melawan hukum, dikarenakan secara jelas dan terang benderang telah mencabut segel penutupan tempat hiburan malam yang sedang ditertibkan. hal terebut diduga dapat dikenakan ancaman pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun 8 (delapan) bulan, sebagaimana tersirat dan tersurat dalam Pasal 232 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang berbunyi sebagai berikut :

“Barang siapa dengan sengaja memutus, membuang atau merusak penyegelan suatu benda oleh atau atas nama penguasa umum yang berwenang, atau dengan cara lain menggagalkan penutupan dengan segel, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan.”

Satrio mendukung cara yang dilakukan oleh pemerintah, yaitu dengan menutup tempat hiburan yang illegal atau tanpa izin yang berada di Pangandaran.

“Iya, jadi PPI Kabupaten Pangandaran setuju dengan upaya pemerintah dalam memberantas peredaran miras dan praktek prostitusi. Salah satunya dengan menutup dan menyegel warung remang-remang yang ada di tempat wisata di Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Pangandaran merupakan Kabupaten yang banyak sekali lokasi  atau tempat-tempat wisata baik wisata alam ataupun wisata pantainya yang sudah tidak asing lagi tentunya. Merujuk kepada visi misi Pak Bupati yang mana menjadikan Kabupaten Pangandaran sebagai wisata yang mendunia, namun tidak boleh menghilangkan nilai-nilai dan atau norma-noma yang berlaku. Salah satu upaya pemerintah dalam memberantas peredaran miras dan praktek prostitusi adalah menutup dan menyegel tempat-tempat tersebut,,” kata Satrio, Senin (02/01/2023).

Satrio juga menambahkan, bahwa dirinya Sebagai salah satu ketua OKP di Pangandaran tentu sangat mendukung langkah pemerintah Pangandaran dalam penertiban warung remang-remang. Ia berharap Agar para masyarakat tidak terjerumus, terutama para pemuda sebagai generasi penerus bangsa di masa yang akan datang.
Menurut Informasi, Bupati Pangandaran dan Ujang Bendo kini telah berdamai. Ujang Bendo telah mencabut laporannya terhadap Bupati Pangandaran.