oleh

Tatar Galuh Ciamis, Daerah Yang Memiliki Keanekaragaman Budaya

Buletin Indonesia News.com

CIAMIS, Jabar — Tatar Galuh Ciamis merupakan daerah yang memiliki keanekaragaman budaya baik warisan budaya benda (WBD) maupun warisan budaya tak benda (WBTB) yang sangat beragam baik tradisional maupun kontemporer. Demikian yang dikatakan Sekertaris Daerah (Sekda) Ciamis, DR. H. Tatang, M.Pd saat menghadiri acara Jamasan, Minggu (24/10/2021) di Situs Jambansari Ciamis.

Jamasan atau siraman ini memiliki makna membersihkan atau menyucikan benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Galuh, Tradisi tersebut merupakan acara adat tahunan dalam rangka merawat benda pusaka dan melestarikan budaya warga Tatar Galuh Ciamis yang digelar setiap bulan Rabiul Awal atau Maulud.

“Ini merupakan kebanggaan kita yang patut dilestarikan, dikembangkan, dimanfaatkan, di dalam segala aspek pembangunan baik fisik maupun sumber daya manusia (SDM) sesuai objek pemajuan kebudayaan dan amanat undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan,” katanya.

Dijelaskannya, salah satu kekayaan tradisi budaya tersebut diantaranya adalah upacara adat Jamasan yang digelar di Situs Jambansari tersebut memiliki nilai filosofis tinggi dalam upaya pemeliharaan dan perlindungan benda cagar budaya untuk dilestarikan.

“Jamasan yang dilaksanakan setiap tahun pada bulan Maulud ini sekaligus memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dan sebagai upaya penghormatan terhadap benda peninggalan zaman dahulu,” jelasnya.

“Saya harap dengan tradisi Jamasan ini akan terpelihara investasi budaya daerah pada generasi penerus masa depan,” harapnya.

Pihaknya juga sangat mengapresiasi acara tersebut, menurutnya dengan tradisi Jamasan ini dapat tercipta masyarakat Tatar Galuh yang menjunjung tinggi kearifan lokal, nilai budaya sehingga terjaga kondisifitas dan harmonisasi dalam segala aspek kehidupannya. “Atas nama pribadi dan Pemkab Ciamis, saya ucapkan terima kasih juga apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang sudah membantu dan mendorong terselenggaranya kegiatan ini,” ungkapnya.

Sementara itu salah seorang keturunan Raja Galuh, Raden Rasich Hanif Radinal menambahkan salah satu tujuan tradisi jamasan adalah menjaga dan melestarikan karya leluhur yang didalamnya tersirat filosofi kehidupan.

“Banyak hal positif yang bisa diambil dari tradisi Jamasan ini, di samping syiar Islam juga mengenal sejarah peradaban bangsa. Adapun jenis benda pusaka yang dijamas secara simbolik ditetapkan 7 buah pakarang yang terdiri dari Keris, Kujang, Pedang dan Tumbak,” tandasnya.

Selain Sekda yang mewakili Bupati Ciamis, acara tersebut dihadiri juga oleh Kepala SKPD terkait, Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton se-Nusantara, dan para tokoh budaya lainnya. (Nank Irawan**)

News Feed