oleh

Terdakwa Pembunuhan Berencana Bidan dan Anaknya, Dituntut Hukuman Maksimal

Buletin Indonesia News.com

SEMARANG, Jateng — Tersangka pembunuh bidan dan anaknya, Donny Christiawan Eko Wahyudi akan menanggung hukuman yang sangat lama. Karena jaksa penuntut umum Kejati (Kejaksaan Tinggi) Jawa Tengah Jumadi, menuntut kepada tersangka dengan hukuman yang maksimal

“Kami menuntut menjatuhkan pidana terhadap terdakwa, berupa pidana penjara seumur hidup dan denda sebesar Rp 1,5 miliar,” kata Jumadi hadapan majelis hakim, pada hari Rabu (14/9/2022).

Jika denda tidak dibayar, maka terdakwa akan dihukum satu tahun kurungan. Jaksa memaparkan, bahwa terdakwa Donny telah bersalah dan melakukan tindak pidana dengan kesengajaan serta  sudah membuat rencana untuk melakukan pembunuhan. Terdaka diancam pidana dalam Pasal 340 KUHP, yang berisi tentang “Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun.”

“Terdakwa juga sudah terbukti melakukan tindak pidana, sebagaimana diancam pidana dalam Pasal 76 C jo Pasal 80 ayat (3) UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No 23 tahun 2022 tentang Perlindungan Anak,” ucapnya.

Jaksa Jumadi menganggap, bahwa perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa sangatlah sadis, dengan membunuh dua orang.

“Beratnya tuntutan karena ditambah pasal perlindungan anak. Kalau meringankan tidak ada,” ujar Jumadi.

Terdakwa membunuh dua korban yaitu, Sweetha Kusuma Gatra Subardiya, dan Muhammad Faeyza Alfarisqi. Keduanya dibuang jasadnya oleh terdakwa di jembatan Tol Semarang-Ungaran KM 405.