Tewas Dalam Kecelakaan, Anak Korban Laka Lantas Masih Menunggu Ayahnya Pulang

Tewas Dalam Kecelakaan, Anak Korban Laka Lantas Masih Menunggu Ayahnya Pulang

BINews

Banjar, – Sedih, begitu gambaran duka yang mendalam atas kepergian Gungun Setiawan (41) warga Rt 04 Rw 17 lingkungan Tanjungsukur kelurahan Hegarsari kecamatan Pataruman kota Banjar yang tewas mengenaskan setelah motor yang dikendarainya menghantam microbus disimpang 4 Tanjungsukur.

Gungun meregang nyawa setelah sebelumnya menjalani perawatan medis di RSUD kota Banjar akibat luka robek dibagian belakang kepalanya. Sementara istrinya, Iis Holidah yang diboncengnya selamat dan masih menjalani perawatan.

Gungun merupakan anak kedua dari lima bersoudara yang dikenal baik dan penuh bakti kepada orangtuanya. Semasa hidupnya, pria yang meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak ini tekun beribadah dan sosok penyayang keluarga.

Seperti yang diutarakan adik kandungnya, Ayu Rahmawati (29), korban merupakan seorang kakak yang penuh pengertian dan selalu mengalah terhadap kepentingan keluarganya.

“saat kejadian, kakak saya seperti biasa mengantarkan istrinya untuk belanja ke pasar karena mereka membuka warung dirumahnya. Almarhum memang sosok yang penuh tanggungjawab terhadap keluarga, termasuk kepada kami adik-adiknya almarhum selalu mengalah demi masa depan kami,” urai Ayu.

Dijelaskan Ayu, menurut kesaksian Iis yang berhasil lolos dari tabrakan maut tersebut, dikatakan bahwa saat kejadian korban tidak menerobos lampu merah seperti yang diberitakan sebelumnya.

“justru korban melaju saat lampu hijau tapi justru dari simpang sebelah kanan muncul bus tersebut,” ungkapnya mengutip kesaksian Iis, kakak iparnya.

Atas insiden berujung maut tersebut, Ayu menuturkan pihaknya memang sudah memaafkan pihak sopir bus kendati demikian diharapkannya proses hukum terus berjalan.

“sebagai sesama manusia kami memang sudah memaafkan tapi proses hukum harus terus berjalan, kami ingin keadilan atas kepergian kakak kami tercinta dengan penyelesaian secara hukum,” tegasnya.

Disamping proses hukum dilanjutkan, ayu juga berharap agar pemerintah lebih memperhatikan simpang 4 Tanjung sukur yang seringkali menimbulkan korban.

“tolong agar pihak terkait memasang CCTV di simpang 4 Tanjungsukur dan jeda waktu rambu lampu lalu lintasnya disinkronkan kembali karena selama ini simpangan tersebut dikenal rawan kecelakaan padahal merupakan jalur provinsi,” ucapnya.

Kini, sehari setelah kepergian Gungun, keluarganya mengalami trauma yang mendalam. Terlebih Farzan (5) anak bungsu korban yang sampai saat ini belum menerima kepergian sang ayah.

“Farzan masih sering memanggil dan menanyakan keberadaan ayahnya. Bahkan tadi malam sempat terbangun dan menunggu ayahnya pulang diteras rumahnya sampai jam 2 dinihari. Dia memang sangat dekat dengan ayahnya karena selama ini ayahnya sering merawatnya dengan penuh perhatian,” urai Ayu sesenggukan. (Susi)

Admin BIN

%d blogger menyukai ini: