Tiga Skala Prioritas Dana Desa 2021

Tiga Skala Prioritas Dana Desa 2021

Tiga Skala Prioritas Dana Desa 2021

CIAMIS, buletinindonesianews.com – Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Ciamis menggelar Workshop Implementasi Prioritas Dana Desa Tahun 2021, dengan tema Pemulihan Ekonomi Melalui Pengembangan Teknologi Digital 4.0 di Masa Pandemi, di Aula Kantor Desa Dewasari Cijeungjing, Jumat (20/11/2020).

Asisten Daerah 1 (Asda 1) Bidang Pemerintahan, Drs. Ika Darmaiswara

Asisten Daerah 1 (Asda 1) Bidang Pemerintahan, Drs. Ika Darmaiswara mengatakan dengan keluarnya Peraturan Menteri Desa Tertinggal dan Transmigrasi (Permendes) No 13/2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021, yang salah satu issu strategisnya adalah percepatan Pembangunan Nasional Berkelanjutan di desa atau Sustainable Development Goals (SDGs).

“Report pencapaian SGDs Indonesia di angka 65,3% yang artinya berada sedikit diatas rata-rata, dengan rangking dunia 101 dan ini menjadi pekerjaan rumah buat para kepala desa,” katanya.

Menurutnya, Dalam rangka pengoprasionakan penggunaan dana desa diarahkan untuk program/kegiatan melalui pemulihan ekonomi nasional dalam masa pandemi Covid-19 yang berdampak besar bagi kehidupan ekonomi masyarakat.

“Ini memang berat bagi kita harus menanggulangi dua kegiatan, pertama harus menjaga penyebaran Covid-19 sekaligus menanggulangi dampak yang ditimbulkannya,” ucapnya.

Program prioritas nasional kewenangan desa sebagai daerah otonom, program-program proritas desa tersebut harus berkesinambungan, bersinergi dengan pemerintah daerah, provinsi maupun pusat.

“Prioritas penggunaan dana desa tahun 2021 bahwa SDGs Desa adalah upaya terpadu mewujudkan
Desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, Desa ekonomi tumbuh merata, Desa peduli kesehatan, Desa peduli lingkungan, Desa peduli pendidikan, Desa ramah perempuan, Desa berjejaring, dan Desa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan,” jelasnya..

Ciamis termasuk salahsatunya kabupaten maju, karena di Ciamis sudah tidak ada lagi desa tertinggal, menurutnya desa mandiri di Ciamis sudah ada 19 desa, dirinya berharap dari desa berkembang harus menjadi desa mandiri dan dari desa mandiri harus menjadi desa yang maju.

“Kami akan merancang kawasan perdesaan, yaitu membangun desa secara kebersamaan, bersinergi dan berkolaborasi, tidak saling mengalahkan tetapi harus bersinergi untuk bersama membangun kawasan desa, diharapkan akhir tahun 2020 semua desa sudah menyelesaikan APBDes nya” ungkapnya.

Asda 1 juga mengingatkan masyarakat bahwa pandemi Covid -19 tidak terlihat secara langsung tidak seperti wabah penyakit lainya, untuk itu masyarakat harus mempedomani protokol kesehatan dengan selalu mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak, untuk memutus mata rantai Covid-19.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ciamis, Nanang Permana

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ciamis, Nanang Permana mengatakan harusnya workshop seperti itu dilaksanakan setahun sekali menjelang ditetapkannya APBDes agar hal-hal yang menjadi prioritas memiliki harga yang sama.

“Jika semua desa harus memiliki sebuah barang maka harganya harus sama, jangan berbeda-beda karena akan berurusan dengan hukum,” ucapnya.

Diungkapkannya, selain Permendes yang dibahas dalam workshop tersebut juga harus mejabarkan Peraturan Bupati (Perbub) tentang prioritas anggaran dana desa yang akan datang, pihaknya menyambut baik adanya workshop seperti itu.

“Dengan adanya workshop ini diharapkan semua desa bisa memiliki administrasi dan pelaporan yang seragam walaupun belanjanya beda karena sesuai dengan kebutuhan,” harapnya.

Nanang berharap semua desa yang ada di Kabupaten Ciamis bisa melahirkan ekosistem yang baru dalam perekonomian desa, komunikasi antar desa harus terjalin dengan memanfaatkan teknologi, Ia juga mengingatkan kepada para kepala desa agar hati-hati dalam penghunaan dana desa, jangan sampai melanggar hukum.

Sekertaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Ciamis, Drs. Dian Budiyana, M.Si

Sekertaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Ciamis, Drs. Dian Budiyana, M.Si mengatakan, Penggunaan dana desa 2021 diprioritaskan untuk mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan nasional, Permendes tersebut menjadi dasar 74.953 desa di Indonesia dalam menyusun rencana kerja dan APBDes 2021.

“Intinya ada tiga prioritas penggunaan dana desa dalam Permendes No. 13 tahun 2020 yaitu, bagaimana pelaksanaan dalam pemulihan ekonomi nasonal, pelaksanaan program prioritas nasional, untuk adaptasi kebiasaan baru,” ucapnya.

Pembangunan yang bertujuan langsung kedua arah yaitu dengan pemulihan ekonomi nasional dan prioritas pembangunan nasional lintas sektor, dengan adanya workshop ini semoga bisa dipedomani oleh para kepala desa sebelum ditetapkannya APBDes, program-program tersebut.

“Ada delapan tipologi desa dan delapan belas program pembangunan berkelanjutan SDGs yang merupakan menu untuk dipilih sesuai program pemerintahan desa, sehingga nantinya dapat disesuaikan dengan kondisi di desanya masing-masing,” jelasnya.

Menurutnya, program tersebut harus sesuai dengan potensi-potensi unghulan lokal yang dimiliki desa sehingga hasil yang diharapkan dari dana desa ini adalah meningkatnya indeks desa membangun dapat terwujud.

“Indeks desa membagun ini terdiri dari indeks ketahanan ekonomi, indeks ketahanan sosial dan indeks ketahanan ekologi (Lingkungan),” ungkapnya.

Dian berharap, pelaksanaan program dana desa tersebut bisa berjalan sesuai dengan perundang-undangan, dana tersebut fapat dirasakan manfaatnya oleh semua masyarakat.

*Jika dua hal itu dapat dipenuhi maka desa akan menjadi maju, sehingga terbentuknya desa-desa mandiri di Ciamis dapat terwujud,” tegasnya

Sementara Ketua Apdesi Kabupaten Ciamis, Yoyo Wahyono menerangkan acara tersebut berkenaan dengan Permendes No.13 tahun 2020 yang merupakan acuan bagi seluruh desa dalam merencanakan dana APBDes 2021.

“Ini sebagai acuan bahwa ada skala prioritas dalam APBDes 2021 terutama dalam hal kemiskinan, kelaparan, pemerataan ekonomi, infrastrutur dan inovasi desa,” pungkasnya.

(Nank)

Admin BIN