oleh

Unila Batal Memberi Bantuan Hukum ke Rektor

Buletin Indonesia News.com

JAKARTA, — Universitas Lampung (Unila), membatalkan bantuan hukum yang akan diberikan kepada Rektor Unila, Karomani, dan dua pejabat lainnya yang terlibat di kasus suap penerimaan mahasiswa jalur mandiri, Unila akan menyerahkan sepenuhnya masalah hukum kepada pihak tersangka yang berkaitan.

Nanang Trenggono, Tim Kerja Rektor Bidang Kehumasan Unila. Mengatakan pembatalan tersebut merupakan hasil dari rapat dengan Sofwan Efendi, Plt Rektor Unila.

“Meluruskan pemberitaan, hasil dari siaran pers Pimpinan Unila, yang mengatakan bahwa Unila memberikan bantuan hukum kepada para tersangka yang berkaitan dengan kasus. Maka perlu dijelaskan, bahwa hasil dalam Rapat Pimpinan Unila, telah disepakati terkait bantuan hukum, atau pendampingan hukum akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga masing-masing,” ucap Nanang, pada hari Senin (22/8/2022).

Unila menggelar konferensi pers untuk menanggapi perkembangan kasus suap tersebut, pada hari Minggu (21/8/2022). Di dalam acara tersebut, Profesor Suharso, Wakil Rektor IV. menyatakan siap memberikan bantuan hukum kepada rektor yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Karena ini merupakan keluarga Unila, jadi kita akan mempersiapkan bantuan hukum untuk keluarga kita yang terkena musibah, tapi kita akan mempelajari terlebih dahulu melalui rapat internal,” ucap Suharso.