Viral, Dihadiahi Motor Bekas Dari Kredit Macet, Peserta Jalan Santai ini Mengadu ke Polisi

Viral, Dihadiahi Motor Bekas Dari Kredit Macet, Peserta Jalan Santai ini Mengadu ke Polisi

Viral, Dihadiahi Motor Bekas Dari Kredit Macet, Peserta Jalan Santai ini Mengadu ke Polisi

BANJAR, buketinindonesianews.com
Didi (58), warga Desa Balokang sempat girang saat namanya disebut sebagai pemenang kupon undian dalam acara jalan santai yang digelar FRDB dalam rangka memperingati hari anti korupsi Desember 2019 lalu.

Namun kebahagiaannya kini berakhir manakala ada petugas leasing yang mendatanginya terkait hadiah motor yang diperolehnya.

Rupanya, motor tersebut merupakan motor kredit macet yang seharusnya dilunasi salah satu panitia penyelenggara Jalan santai, Soedrajat Argadireja atau akrab disapa Ajat Doglo.

Dari pengakuan Didi, motor honda beat warna hitam tersebut awalnya tidam di pasang plat nomor saat disodorkan dalam penyerahan hadiah di puncak acara.

“Saya malah diminta uang untuk membayar pajak hadiah sebesar dua juta rupiah dengan janji bahwa BPKB akan diserahkan seminggu kemudian setelah STNK saya terima saat itu,” kisahnya.

Walaupun ternyata motot bekas, Didi masih menolelir keadaan dan masih bersyukur atas hadiah yang diperolehnya. Sayang, seiring waktu berjalan, BPKB yang dijanjikan tidak kunjung datang dan saat ditanyakan, Ajat selalu berdalih kondisinya sedang terpuruk.

“Bilangnya dia lagi terpuruk gak ada kegiatan padahal kan itu bukan urusan saya, karena saya hanya meminta apa yang sudah jadi hak saya saja,” terang Didi.

Belakangan ini, Didi mengaku terkejut setelah dua kali didatangi pihak leasing yang mengatakan bahwa motor tersebut masih memiliki tunggakan cicilan 10 bulan lagi yang harusnya dilunasi pada Tahun 2017.

“Saya khawatir ini jadi masalah ke saya, terlebih saya juga takut ada rajia kendaraan sementara untuk bayar pajak kendaraan saja tidak bisa karena berkaitan dengan tidak adanya BPKB,” keluhnya.

Didi menjelaskan bahwa dirinya pernah diberi selembar surat tilang yang bisa digunakan saat ada razia.
“Tapi itu kan ada batas waktunya, jadi saya butuh kejelasan,” katanya usai membuat pengaduan ke Polres Banjar.

Menanggapi pengaduan Didi ke kepolisian, Ajat saat ditemui dirumahnya membantah kalau pihaknya lari dari tanggung jawab.

“Akan saya selesaikan tapi karena terdampak pandemi, jadi saya minta waktu dulu, itu sering saya sampaikan ke pa Didi,” katanya.

Ajat berdalih penyelenggaraan jalan santai tersebut tidak sesuau estimasi anggaran dan banyak sponsor yang inkonsistensi sehingga pihaknya tidak dapat menyelesaikan administrasi motor secara tepat waktu.

“Pastinya masalah ini akan saya hadapi dan saya tidak akan lari dari tanggung jawab, hanya menyayangkan saja kenapa harus sampai ke media untuk urusan kecil seperti ini sementara masih banyak masalah di pemerintahan kota Banjar yang lebih layak untuk di publikasikan,” sesalnya.

Kasus hadiah motor bekas yang masih menunggak kredit tersebut kemudian viral di medsos dan menyedot perhatian warganet.

Pasalnya, Ajat Doglo dikenal sebagai penggiat anti korupsi yang berada dibawah naungan forum reformasi destinasy Banjar yang selalu membidik penyalahgunaan anggaran yang ada di Pemerintahan.

“judul kegiatannya tidak sesuai dengan faktanya, miris,” cetus akun Facebook atas nama Bowo Poenya Nda.

“Kalau kesulitan keuangan, kenapa harus pake hadiah motor? jalan santai Tingkat RT masih bagus, walaupun hadiahnya boboko, boboko lunas bukan dari tukang kredit,” timpal akun lainnya atas nama Salma Laundry.

Komentar lainnya di layangkan akun Yadi Mulyadi.
“Yang begini masuk kategori korupsi, gak?” tanyanya.

Pihak satuan Reskrim Polres Banjar saat dikonfirmasi belum berkenan dimintai tanggapan.

“Kalau berkas pengaduan sudah kami terima tapi masih kami pelajari dahulu,” ungkap salah satu personel Reskrim yang tak mau disebut namanya.

(Susi/TIMES Indonesia Priangan Timur)

Admin BIN