Wabup Yana D Putra, Tahapan Pilkades Serentak Sudah Dimulai

Wabup Yana D Putra, Tahapan Pilkades Serentak Sudah Dimulai

Wabup Yana D Putra, Tahapan Pilkades Serentak Sudah Dimulai

CIAMIS, buletinindonesianews.com – Kabupaten Ciamis akan melaksanakn pemilihan kepala desa (Pilkades) Serentak yang diikuti oleh 143 Desa dari total 258 desa di 27 Kecamatan di Kabupaten Ciamis dan tahapanya sudah dimulai sejak 1 Desember 2020.

Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Ciamis, Yana D Putra saat mengikuti Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pilkades Serentak Tahun 2020 bersama Mentri Dalam Negeri RI secara Virtual, di Ruang Oproom Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Kamis (10/12/2020).

Wakil Bupati Ciamis, Yana D Putra saat mengikuti Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pilkades Serentak Tahun 2020 bersama Mentri Dalam Negeri RI secara Virtual

Dikatakan Yana, pihaknya telah berkoordinasi dengan unsur Forkopimda maupun Forkopimcam untuk terlibat langsung mengawasi jalanya pelaksanaan Pilkades baik di Kecamatan maupun di Desa agar selalu menerapan protokol kesehatan pada pelaksanaan pilkades nanti.

“Sesuai dengan anjuran dan ketentuan Mendagri, masyarakat harus benar-benar melaksanakan protokol kesehatan, hal tersebut dilakukan agar Pilkades nanti dapat terlaksana dengan aman, lancar dan tidak terjadi kluster baru penyebaran Covid-19,” katanya.

Dalam acara tersebut Yana didampingi Dandim 0613 Ciamis, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BPBD, Kepala Satpol PP dan Kepala Kesbangpol Kabupaten Ciamis.

Mentri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengatakankan sebanyak 75 kabupaten/kota akan melaksanakan Pilkades serentak pada tahun 2020, dengan total keseluruhan 2.356 Desa.

“Sebanyak 1.236 desa dari 16 kabupaten/kota telah melaksanakan Pilkades sebelum pandemi Covid-19, sebelum terbitnya surat Mendagri tentang penundaan Pilkades serentak dan PAW tahun 2020,” ucapnya.

Dijelaskannya, sebanyak 1.274 desa dari 23 kabupaten/kota menetapkan pelaksanaan setelah tanggal 9 Desember 2020, sesudah pelaksanaan perhitungan suara Pilkada serentak selesai dan sisanya sebanyak 1.845 desa dari 36 kabupaten/kota menunda pelaksanaan Pilkades serentak ke tahun 2021 yang disebabkan karena Recofussing APBD.

“Langkah-langkah yang kami lakukan untuk mendukung terlaksananya Pilkades serentak yang aman dan bebas Covid-19 yaitu dengan dibentuknya tim khusus pemantau Pilkades 2020,” jelasnya.

Mendagri menjelaskan tim khusus pemantau Pilkades tersebut diantaranya bertugas memantau kesiapan pilkades sesuai dengan protokol kesehatan dan melakukan fasilitasi koordinasi antar pemangku kepentingan pilkades baik dari tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa.

“Kami ingin memastikan agar persiapan Pilkades lebih matang, sosialisasi lebih masif dan terarah serta koordinasi lebih intens dengan Pemda melalui Webinar harian untuk memantau persiapan pelaksanaan Pilkades Serentak,” pungkasnya.

(Nank)

Admin BIN