oleh

Waka Polres Ciamis Sebut, Prediksi dan Antisipasi Kamtibmas 2018

-Ciamis-123 views

Buletin Indonesia News

CIAMIS,– Waka Polres Ciamis Kompol Imam Rachman S.I.K menyebut di tahun 2018 yang baru memasuki hari ke dua ini, prediksi dan antisipasi perkembangan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) harus sangat di perhatikan.

Seperti, Kegiatan Politik yang akan dilaksanakan di Ciamis pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang , dimana masing-masing partai politik melakukan konsolidasi internal dalam rangka menjalankan kebijakan organisasi politik di tingkat provinsi dan pusat, untuk mendukung Calon Bupati dan Gubernur.

“Tak hanya itu, masih terpecahnya Pengurus DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Ciamis dan Pangandaran akibat terpecahnya kubu Djan Faridz dan Romahamurmuziy (Romi) serta terpecahnya dualisme dukungan di tubuh Partai Golkar terhadap Calon Bupati Ciamis Drs. H. Iing Syam Arifin dan DR. H. Hediat S. MM., masih dapat menimbulkan konflik di antara para Kader,” jelasnya, Selasa (02/01/18).

Ia menambahkan, hal yang harus menjadi perhatian juga adalah, aksi unjuk rasa kelompok masyarakat tertentu terkait penanganan kasus korupsi di Ciamis dan Pangandaran, intoleransi umat beragama yang sering muncul di permukaan terkait penggunaan gedung serbanguna Hotel Bintang Timur di Pangandaran, Eksistensi Jama’ah Ahmadiyah dan Faham Syi’ah di Ciamis dan Pangandaran yang sudah mulai aktif kembali dan melaksanakan kegiatannya secara terbuka. Serta banyak organisasi masyarakat yang ada di Ciamis dan Pangandaran sebagai Cabang dari Ormas Negara Asing yang tidak terdaftar di Kesatuan Bangsa dan Politik.

“Apalagi, munculnya pernyataan Presiden Amerika Serikat Donal Trump terkait Yerusalem yang menjadi Ibu Kota Israel memicu adanya aksi unjuk rasa dari ormas yang ada di Ciamis dan Pangandaran,” terangnya.

Untuk itu, Ia menghimbau dan mengajak agar seluruh masyarakat berperan aktif dalam menciptakan dan memelihara Kamtibmas untuk menciptakan wilayah yang kondusif. Serta selalu waspada terhadap ancaman aksi terorisme yang masih potensial. Selanjutnya untuk aspek pendidikan, diharapkan sejak dini masyarakat memiliki pelajaran budi pekerti guna membangun karakter masyarakat yang berakhlak mulia dan berperilaku baik.

“ Kemudian setiap menghadapi konflik, masyarakat di harapkan berkoodinasi dengan aparat dan mengutamakan upaya musyawarah dan mufakat untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan di masa yang akan datang,” pungkas Imam.

Reporter : Lilis Susilawati

Komentar

News Feed