Wakapolres Banjar Berbicara Data Covid-19 Kota Banjar :
“Kami Berharap Transparansi dan Akurasi Data dari Tim Gugus Tugas”

Wakapolres Banjar Berbicara Data Covid-19 Kota Banjar :“Kami Berharap Transparansi dan Akurasi Data dari Tim Gugus Tugas”

Buletin Indonesia News,

Banjar,– Jajaran kepolisian polresta Banjar saat ini terus berupaya menjalankan tugasnya dalam membantu pemerintah kota Banjar menangani pandemi Corona.

Data yang terpapangpang covid-19 di Kota Banjar

Keseriusan dalam upaya preventif tersebut ditunjukannya dengan beberapa kegiatan baksos untuk warga, sweeping kerumunan massa dan pengendara yang tidak menggunakan masker serta pembuatan baliho berisi himbauan serta data pasien terkomfirmasi positif yang selalu di update setiap harinya dibeberapa ruas jalan.

Salah satu baliho yang kemudian viral dan kemudian jadi polemik data di masyarakat berisikan data terkomfirmasi positif, PDP dan ODP yang angkanya tidak sinkron dengan data yang selalu dirilis jubir tim gugus tugas Covid-19 Kota Banjar.

Saat dikonfirmasi, Wakapolres kota Banjar, Kompol Ade Najmulloh mengatakan bahwa data tersebut merupakan akumulatif jumlah kasus yang ditangani RSUD Kota Banjar sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 dan sudah disetujui tim gugus tugas Kota Banjar.

“Kami membuat baliho tersebut agar masyarakat tahu bahwa sudah banyak korban yang berjatuhan akibat pandemi ini. Dengan itu, diharapkan masyarakat dapat lebih meningkatkan kewaspadaan supaya mengikuti himbauan pemerintah,” jelasnya.

“Sejauh ini kamipun merujuk data dari tim gugus tugas, hanya kami ambil data secara akumulatif, berbeda dengan data tim gugus tugas yang dirilis setiap hari dimana PDP/ODP sembuh akan hilang dalam data,” imbuhnya.

Wakapolres mempersilahkan apabila ada dinas terkait yang akan memberikan revisi ataupun klarifikasi atas data tersebut.

“Sejauh ini tim gugus tugas kota Banjar menyetujui dengan tujuan memberi peringatan kepada warga agar lebih waspada karena wabah ini sudah didepan mata,” ungkapnya.

Wakapolres bahkan menyebutkan, data yang diberikan tim gugus tugas sebetulnya masih banyak yang harus ditingkatkan. Akurasi data yang diberikan menurutnya harusnya disampaikan oleh Jubir tim gugus tugas secara transparan.

Hal tersebut dibenarkan Deni, aktivis dari karang taruna kota Banjar. Menurutnya, lemahnya kinerja tim gugus tugas membutuhkan pembenahan secara struktural.

” Mestinya juru bicara tim gugus adalah orang yang benar-benar menguasai data dilapangan, bukan hanya menerima data sehingga saat akurasi data tersebut disampaikan akan detail dan jelas,” pungkasnya.

(Susi)

BULETIN INDONESIA NEWS

%d blogger menyukai ini: