Wakil Walikota Banjar Minta Kadinsos Evaluasi Kualitas Beras JPS

Wakil Walikota Banjar Minta Kadinsos Evaluasi Kualitas Beras JPS

Buletin Indonesia News,

Banjar,- Program bantuan sosial Jaring Pengaman sosial (JPS) yang sudah didistribusikan ke masyarakat melalui desa dan kelurahan masing-masing menyisakan persoalan mengenai ketidaklayakan kualitas beras medium yang diterima masyarakat ditengah pandemi Covid-19.

Pasalnya, beras yang dibeli seharga 9.200 rupiah/Kg dari gudang Bulog ini menggunakan dana dari refocusing anggaran yang ditujukan untuk bantuan sosial ditengah bencana global virus Covid-19 dimana masyarakat terdampak berhak mendapatkan bantuan beras yang layak untuk kebutuhan ketahanan pangannya.

Fakta dilapangan, beberapa warga mengeluh kualitas beras yang berwarna agak kehitaman dan bau. Kendati demikian, masyarakat terpaksa menerima beras tersebut karena keterbatasan pangan yang mendera masyarakat terdampak Covid-19.


“Sudah saya masak karena memang untuk makan keluarga,” kata Reni, warga lingkungan Parung lesang Kelurahan Banjar RT 05/10 Kota Banjar.

Seorang pengusaha beras di pasar Banjar, H Apip saat dimintai pendapatnya mengenai beras JPS mengatakan bahwa beras yang diterima masyarakat dari bantuan sosial JPS memang termasuk jenis medium.

“Beras medium seperti ini biasanya kami jual dipasaran seharga 8.200 rupiah/Kg untuk harga grosir dan harga ecerannya 8.500 rupiah,” ujarnya.

Wakil Walikota Banjar H. Nana Suryana

Dihadapan beberapa awak media, wakil walikota Banjar, H Nana Suryana yang didampingi kepala dinas sosial, Asep Tatang mengatakan bahwa persoalan ini akan dievaluasi kembali untuk memberikan kualitas yang lebih baik kepada masyarakat kedepannya.

“Ini jadi masukan bagi kami agar bisa memberikan yang lebih baik ke depannya,” ujar Nana.

Disambung kadinsos Kota Banjar, Asep Tatang, dikatakan bahwa masyarakat bisa menukarkan beras yang bermasalah ke Kelurahannya untuk mendapatkan pergantian dari Bulog.

” Kami sebelumnya sudah membuat MOU dengan pihak Bulog bahwa apabila kualitas beras yang tidak sesuai dengan standar maka bisa dikembalikan melalui desa/kelurahan masing-masing dan pihak Bulog akan menggantinya dengan catatan beras tersebut belum digunakan,” jelas Asep Tatang.

Dihubungi terpisah, Marjuni Buszal, kepala Bulog cabang Ciamis untuk Priangan timur di 6 Kabupaten/Kota membenarkan bahwa sudah ada komitmen apabila ditemukan beras yang tidak layak maka akan ada pergantian.

“Komoditas beras yang kami distribusikan sudah sesuai dengan kesepakatan dengan pemerintah kota Banjar. Dengan harga 9.200/Kg, beras jenis medium tersebut sudah sampai ke titik distribusi jadi sudah termasuk transportasi, pengemasan sampai bongkar muatnya,” terang Marjuni seraya menambahkan apabila memang ditemukan beras yang kurang layak maka pihaknya terlebih dahulu akan menurunkan tim untuk mengecek langsung ke lapangan.

“Beras memang merupakan komoditi hidup dimana cara penyimpanan beras itu sendiri bisa mempengaruhi kualitas beras itu sendiri, apabila penyimpanannya tidak sesuai bahkan tidak menutup kemungkinan akan dihinggapi kutu atau perubahan pada kualitas beras itu sendiri,” pungkasnya.

(Susi)

BULETIN INDONESIA NEWS

%d blogger menyukai ini: