Walikota Banjar Kunjungi Korban Kebejatan Ayah Kandung

Walikota Banjar Kunjungi Korban Kebejatan Ayah Kandung

Wali kota Banjar saat berkomunikasi dengan korban dan keluarganya

Banjar, buletinindonesianews.com -Kasus pemerkosaan W (19), gadis penyandang disabilitas yang digauli ayah kandungnya sendiri kini memasuki babak baru. Usai sang ayah ditangkap tim Buser Polres Banjar saat hendak melarikan diri di persimpangan jalan Tentara Pelajar, W Beserta ibu dan kakaknya akhirnya kembali menempati rumahnya yang berada disebuah gang sempit.

Sebelum ditempati kembali, warga setempat dibantu ikatan remaja masjid (IRMA) bergotong royong membersihkan rumah kategori tidak layak huni tersebut. Miris, rumah kecil yang hanya berisikan lemari usang tersebut telah menjadi saksi pahit perjalanan W saat setiap harinya terpaksa melayani nafsu bejat ayah kandungnya dengan disaksikan ibu kandungnya sendiri.

IRMA dan warga bergotong royong membersihkan rumah korban

Dari keterangan korban, terungkap bahwa selama ini ibu dan kakaknya tidak bisa berbuat apa-apa karena dibawah tekanan dan siksaan ayahnya sehingga mereka mengalami ketakutan luar biasa.

Hal tersebut diutarakan relawan ODGJ, Yenny, yang selama ini mendampingi korban.

“sebetulnya, selain W, ibunya D dan A kakaknya juga korban KDRT dari G, ayahnya. Selama ini perbuatan bejat sang ayah mereka tutupi karena rasa trauma akibat sering menerima perlakuan kasar dari seorang kepala keluarga yang semestinya menjadi pengayom mereka,” urainya.

Hal senada dikatakan Undang, paman korban. Dikatakannya, selama ini dirinya maupun warga sering mengingatkan G agar tidak terlalu kasar terhadap anak dan istrinya.

“tapi G tidak pernah terima kalau kami ingatkan dan berujung emosi. Kami sebagai keluarga tentunya tidak pernah menduga bahwa kekejaman G sebrutal ini sampai tega menggauli darah dagingnya sendiri. Kalau W tidak dibawa relawan berobat ke Puskesmas, kami tidak akan tahu bahwa W tengah mengandung 6 bulan,” tuturnya.

Kasus yang cukup mengejutkan publik inipun tak luput dari perhatian Wali kota Banjar, Hj Ade Uu Sukaesih. Orang nomor satu dikota Banjar ini langsung bergegas mengunjungi rumah korban usai menghadiri rapat Forkopimda sore ini, Selasa (2/3).

Begitu bertemu korban, Wali kota berurai air mata menyaksikan sosok W Yang masih bergelayut lemah dipundak ibunya. Setelah menyempatkan diri untuk berkomunikasi, Ade langsung meminta Dinas Sosial untuk memberikan pendampingan fisik, psikologis dan hukumnya.

“kami akan lakukan pemeriksaan medis bagi keluarga korban dan untuk kesehatan W dibawah pengawasan bidan sampai melahirkan nanti. Selain kesehatan mereka, kami akan berkoordinasi dengan Baznas untuk memberi bantuan bedah rumah agar menjadi rumah yang layak dan sehat bagi keluarga korban,” paparnya.

Wali kota menghimbau agar kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih proaktif dan mengetatkan pengawasan terhadap lingkungan disekitarnya.

“lingkungan harus membuka mata saat ada fenomena seperti ini dan berkoordinasi dengan pemerintah ataupun pihak keamanan apabila menemukan kasus seperti ini, jadi harus saling menjaga satu dengan yang lainnya,” pintanya.

Menyikapi hal tersebut, kabid pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Ika Kartika, dalam keterangan persnya mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan pendampingan fisik, psikologis serta pendampingan hukum bagi korban.

“Ada pendampingan hukum n kesehatan dari P2TP2A Dinsos kota Banjar, dilakukan baik secara fisik maupun psikolognya. Ada tim gugus tugas koordinasi dengan dinkes jadi nanti sampai lahir di pantau kesehatan ibu dan janinnya dengan cara memperhatikan kebutuhanan dasarnya. Untuk pendampingan hukum juga sudah dilakukan oleh kuasa hukum kami bu Nova,” bebernya.

Dikatakan Ika, untuk kasus ini pihaknya menilai semua komponen mulai dari pemerintah, perguruan tunggi, dunia usaha, masyarakat dan media telah sigap untuk saling mendukung menangani permasalahan yang ada menuju kota layak anak.

“ini membuktikan kesigapan seluruh komponen yang ada demi menjadikan kota Banjar sebagai kota layak anak,” imbuhnya.

(Susi)

Admin BIN

Exit mobile version