Warga Binaan Dibekali Ketrampilan Rehab Medis dan Sosial Upaya Lapas Perempuan Kelas II A dalam Mencegah Penggunaan Narkoba

Warga Binaan Dibekali Ketrampilan Rehab Medis dan Sosial Upaya Lapas Perempuan Kelas II A dalam Mencegah Penggunaan Narkoba

Warga Binaan Dibekali Ketrampilan Rehab Medis dan Sosial Upaya Lapas Perempuan Kelas II A dalam Mencegah Penggunaan Narkoba

BANDUNG, buletinindonesianews.com- Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Bandung Jl.Pacuan Kuda No.3 Bandung saat ini di dominasi oleh kasus narkoba,(18/11/2020).

Hal tersebut di sampaikan langsung Kalapas Ibu Putranti Rahayu Bc.,Ip.,Sos., di ruang kerjanya pada hari Rabu 18 November 2020, beliau mengatakan, seperti di ketahui bersama bahwa kasus narkoba yang sebelumnya menjerat mereka, masih ada kemungkinan untuk melakukan penggunaan narkoba di dalam Lapas.

” Untuk mengantisipasi hal tersebut Lapas Perempuan Kelas II A Bandung  terus melakukan upaya upaya seperti melakukan rehab baik medis maupun sosial  terhadap mereka. Itu sudah dilakukan dengan Asesmen, juga oleh orang yang kompeten dan kemaren sudah selesai dengan hasil yang sangat baik yaitu 100 untuk rehab medis dan 40 untuk rehab sosial. Itu kami lakukan untuk meminimalisir agar jangan sampai warga binaan menggunakan lagi narkoba di dalam lapas,” kata Putranti.

Kalapas menjelaskan, agar mereka bisa mengatasi kehidupan dan kesehariannya yang monoton, Lapas selama ini sudah melakukan pelatihan secara besar besaran kepada mereka dan kami arahkan ke pos pos kerja. Selama ini kami sudah membuat pos pos kerja untuk menyalurkan mereka kepada pos pos kerja tersebut. Bukan hanya itu kami slalu mengarahkan mereka untuk selalu melaksanakan ibadah sesuai agama dan keyakinan untuk mempertebal iman.

Lapas Perempuan Kelas II A Bandung bukan hanya memberikan ketrampilan, tapi Lapas juga menyiapkan pemasaran dengan membangun Market Place sebagai sarana untuk memperkenalkan produk warga Lapas binaan kepada masyarakat luas. Lapas juga memiliki Sarana Asimilasi dan Edukasi ( SAE ) untuk warga binaan dalam mengembangkan kreatifitas sebelum kembali ke masyarakat. Mereka di berikan ketrampilan untuk membuat aneka macam Kerajinan, Kuliner hingga budidaya Tanaman Produktif dan membaurkan anak anak Lapas dengan warga masyarakat. SAE menjadi sarana mereka untuk belajar berwira usaha bahkan sudah di resmikan oleh Bpk Direktur Pembinaan juga oleh Kakanwil serta di tinjau langsung oleh Mentri Hukum dan Ham.

(Yatiman)

Admin BIN