Warga Penyebar Hoax Digelandang Petugas, Diancam Hukuman 3 s/d 6 Tahun Penjara

Buletin Indonesia News,

Banjar, – Kelakuan iseng seorang wanita yang menyebarkan hoax di jejaring media sosialnya, berbuntut panjang.

Kapolres Kota Banjat AKBP Yulian Perdana, S.I.K., didampingi Wakapolres Banjar, Kompol Drs. Ade Najmulloh, dan Kasat Reskrim Polres Banjar, AKP Budi Nuryanto, S.Pd, dalam konferensi pers, amankan YN penyebar Hoax di medsos

Akibatnya, Jajaran Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Banjar, Polda Jabar menggelandang YN (42), wanita penyebar isu meresahkan terkait pandemi corona virus disease atau Covid-19 di Kota Banjar.

Tersangka merupakan warga Lingkungan Jelat, kelurahan Pataruman, Kota Banjar. Dia mengunggah postingan di akun media sosial-nya yang diduga bermuatan hoax atau berita bohong sehingga meresahkan warga.

“Di duga yang bersangkutan menyebarkan berita atau informasi bohong,” ujar Kapolres Banjar AKBP Yulian Perdana, S.I.K., didampingi Wakapolres Banjar, Kompol Drs. Ade Najmulloh, dan Kasat Reskrim Polres Banjar, AKP Budi Nuryanto, S.Pd, dalam Virtual Press Conference di Aula Mapolres Banjar, Jumat (3/04/ 2020).

Kapolres menjelaskan bahwa berdasarkan postingan akun Medsos, tersangka menyatakan bahwa pasien telah melarikan diri dari RSUD Kota Banjar dan mempertanyakan pengamanan dari pihak TNI/POLRI.

Informasi tersebut disebarkan secara sadar oleh tersangka pada hari Kamis, 2 April 2020 sehingga mengakibatkan keresahan di masyarakat.

“Kami sudah mengecek di hari tersebut dan sampai hari ini, Jumat (3 April 2020) pasien tersebut masih dirawat di RSUD Kota Banjar dalam protokol Covid-19 yaitu, sebagai layaknya pasien positif,” jelasnya.

Akibat perbuatannya itu, tersangka dikenakan Pasal 45 a ayat (2) juncto Pasal 48 ayat (2) juncto Undang Undang RI Nomor 12 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang Undang RI Nomor 12 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. Ancaman hukuman 6 tahun penjara.

“Dan atau Pasal 14 ayat (2) dan Pasal 15 Undang Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman paling lama 3 tahun,” imbuhnya.

Lebih lanjut Kapolres Banjar menghimbau kepada seluruh warga Kota Banjar untuk tidak menyebarkan informasi bohong, terlebih ditengah situasi seperti ini yang bisa menimbulkan keresahan masyarakat.

“Selain itu, warga diminta untuk tidak langsung terpengaruh terhadap berita yang belum tentu kebenarannya, harus cek terlebih dahulu karena ini bisa menimbulkan keresahan sosial.” Jelasnya.

Kapolres menambahkan juga bahwa sistem Virtual Press Confrence ini diharapkan menjadi teladan bahwa kawan-kawan jurnalis juga mematuhi protokol pencegahan mewabahnya virus corona atau Covid-19.

“Mudah-mudahan press conference menggunakan virtual ini, kita Polri dan Jurnalis menjadi contoh dalam penerapan social ataupun phsycal distancing,” pungkasnya.


(Susi)

BULETIN INDONESIA NEWS

%d blogger menyukai ini: