oleh

Warga Sebut Pemdes Cikondang Berdalih Kontrak Tower Senilai Rp. 120 Dipakai Dana Talang Pembangunan.

Buletin Indonesia News.com
TASIKMALAYA, Jabar —
Perpanjangan kontrak tower Telkomsel di Desa Cikondang Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat dengan nilai Rp. 120 juta pada bulan Februari 2021 lalu, telah dilakukan sepihak oleh Kepala Desa dan Bendahara tanpa diketahui lebih dulu oleh warga terdampak. Sehingga hal tersebut kemudian bocor dan diketahui publik sehingga sempat menuai protes warga dengan mendatangani kantor desa belum lama ini.

Kepada Wartawan, Rian, salah satu warga terdampak mengatakan bahwa setelah mereka mengetahui perpanjangan kontrak tersebut, sejumlah warga mendatangi kantor desa untuk meminta tanggungjawab kepala desa atas nilai kontrak tower tersebut karena warga terdampak mempunyai hak sebesar 10 persen dari nilai kontrak.

Ditambahkan Rian, setelah muncul protes warga akhirnya terjadilah pertemuan antara warga terdampak dan tokoh beserta jajaran pemerintah desa Cikondang. Dalam kesepakatan tersebut pemerintah desa berjanji akan memberikan kembali hak warga paling lama bulan Oktober 2021.

“Sebenarnya kami kecewa, karena dalam kesepakatan tersebut, warga tidak langsung diberikan haknya karena ternyata uang senilai Rp. 120 juta tersebut sudah tidak ada karena pihak desa berdalih uang itu sudah digunakan untuk dana talang pembangunan infrastruktur. Itu alasannya pak, tapi kepala desa tidak menjelaskan dimana lokasi pembangunan infrastruktur yang menggunakan dana talang itu.” Ujar Rian.

Lebih jauh Rian mengatakan, warga tidak tau proses perpanjangan kontrak tower telkomsel ini seperti apa. Jika Kepala Desa memalsukan tanda tangan warga, maka warga akan membawanya ke ranah hukum pidana pemalsuan tanda tangan.
Kendati demikian, warga akan menunggu maksimal sampai Oktober sesuai hasil musyawarah dengan Pemerintah Desa.

Sementara itu, Kepala Desa Cikondang, Eros Rosita mengakui perpanjangan kontrak Tower Telkomsel di lingkungan warganya. Dirinya juga berdalih bahwa permasalah ini sudah selesai. Ironisnya, masalah yang dianggap selesai oleh Kepala Desa ini ternyata masih belum menyerahkan hak warga dari Nilai Kontrak Rp. 120 Juta. Kades mengatakan, perpanjangan kontrak tower ini dilakukan per tiga tahun sampai tahun 2023.

Tak hanya itu, Eros Rosita juga memilih bungkam terkait uang kontrak tower yang telah digunakan untuk pembangunan infrastruktur. (**Agus Firman)

News Feed