Waspada Penyebaran Migrasi Virus, Pertumbuhan Kasus Covid Melesat di Kota Banjar

Waspada Penyebaran Migrasi Virus, Pertumbuhan Kasus Covid Melesat di Kota Banjar

BINews

Banjar, – Ibarat gunung es, fenomena kasus covid terus melonjak dan diperkirakan akan terus meningkat seiring banyaknya swab tes kontak erat dari tracking yang dilakukan dinas kesehatan bersama gugus tugas kota Banjar dan belum keluar hasilnya dari Labkesda Jawa Barat.

Sebelumnya, data yang dihimpun gugus tugas dari awal pandemi bertahan cukup lama di angka 10 pasien terkonfirmasi positif dengan catatan 1 pasien meninggal dan 9 pasien sembuh. Sejak 29 Agustus, penambahan kasus kembali terjadi dan melejit pada 16 september dengan penambahan 5 kasus terkonfirmasi positif dan pecah rekor pada 21 september dengan penambahan 6 warga yang terkonfirmasi positif.

Kini, dinas kesehatan melalui gugus tugas kembali mengumumkan adanya penambahan 3 kasus terkonfirmasi positif asal dusun Randegan dan lingkungan Cikadu kelurahan Karangpanimbal sehingga total kasus covid di kota Banjar mencapai 35 orang dengan rincian 11 kasus positif aktif menjalani isolasi di RSUD kota Banjar, 3 pasien menjalani isolasi mandiri, 20 pasien sembuh dan 1 kasus meninggal dunia.

Bertambahnya kasus terkonfirmasi positif tersebut mengundang keprihatinan dikalangan medis. Upaya preventif yang selama ini digaungkan pemerintah kota melalui gugus tugasnya beserta Forkopimda rupanya belum dapat menekan pertumbuhan kasus covid yang semakin melesat naik.

Kebanyakan penambahan kasus Covid didominasi oleh migrasi virus yang kemudian menciptakan beberapa kasus transmisi lokal. Hal ini perlu diwaspadai karena migrasi virus telah berkembang dan menyebar sehingga beberapa warga kota Banjar terpapar.

Dr Dilla, specialist paru RSUD Kota Banjar

Dr Dilla, satu-satunya dokter spesialis paru di RSUD kota Banjar mengaku miris melihat fenomena yang terjadi dimasyarakat. Ditengah naiknya jumlah kasus, masih banyak warga yang menyepelekan pandemi dengan tidak mematuhi alat pelindung diri. Saat beraktivitas di luaran sementara tim medis selama ini sudah banyak mempertaruhkan nyawa sebagai garda depan.

” kami menghimbau agar masyarakat selalu menggunakan masker. Sebaiknya masker medis ganti setiap hari dan bila memakai masker kain harap dicuci setiap hari. Upaya lainnya yaitu Cuci tangan sebelum menyentuh wajah serta menjaga jarak dan hindari kerumunan. Sebaiknya tidak keluar pintu rumah kecuali ada kepentingan yang mendesak,” himbaunya.

Lebih lanjut, dr Dila mengharapkan agar setiap.warga perlu ditanamkan sifaf jujurnya.

“Jujurlah dengan kondisi diri sendiri, bila ada gejala demam/meriang, menggigil, batuk kering atau berdahak,nyeri tenggorokan, pilek, tidak bisa mencium bau, hilang indra perasa, sesak, diare, mual muntah, nyeri otot segera periksa ke puskesmas terdekat,” imbuhnya lagi. (Susi)

Admin BIN