oleh

Yana D Putra Ajak Mahasiswa Turut Serta Sosialisasikan Prokes 5M

buletinindonesianews.com
CIAMIS, Jabar — Mahasiswa harus ikut serta mensosialisasikan protokol kesehatan (Prokes) 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta meminimalisir mobilitas) kepada masyarakat.

Hal itu dikatakan Wakil Bupati Ciamis, Yana D Putra saat memberikan materi pada pembekalan dan pelepasan peserta Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Mahasiswa Universitas Galuh (UNIGAL) secara virtual dari ruang kerjanya, Senin (02/08/2021) di Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis.

Menurutnya, dalam membangun kesadaran masyarakat terkait pembiasaan prokes 5M itu tidak mudah, sehingga perlu kerjasama dari berbagai elemen masyarakat salah satunya adalah mahasiswa, untuk itu pihaknya mengajak kepada para mahasiswa untuk ikut serta mensosialisasikan penerapan prokes 5M kepada masyarakat sebagai upaya memutus mata rantai Covid-19 di Kabupaten Ciamis.

“Proyek 5M ini dilakukan untuk kita semua bukan atas dasar kepentingan, ketika prokes bisa disiplin akan berdampak terhadap penyebaran Covid-19 menurun, ekonomi bangkit dan sektor lain pun akan berjalan,” katanya.

Pemerintah melalui kebijakannya seperti PSBB, PPKM dan sejenisnya memiliki tujuan untuk meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan 5M. 

“Semakin disiplin masyarakat terhadap prokes insyaallah Covid-19 akan segera berakhir, namun tatkala tidak disiplin permasalahan Covid-19 akan semakin lama berakhirnya,” jelasnya.

Yana juga meminta kepada para pelaku usaha agar selalu menerapkan protokol kesehatan dalam berniaganya, karena tatkala prokes tidak diberlakukan potensi penyebaran Covid-19 akan meningkat dan dikhawatirkan usaha ditutup kembali seperti pada PPKM Darurat sebelumnya.

“Saya harap para pelaku usaha agar ikut serta mendukung penerapan prokes 5M sebagai upaya pencegahan Covid-19,” harapnya.

Dijelaskannya, sejumlah langkah yang telah dilakukan Pemkab Ciamis dalam penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Ciamis, diantaranya dengan penyiapan pusat isolasi terpadu di setiap wilayah kecamatan, melakukan pendataan semua laboratorium yang melakukan pemeriksaan PCR maupun Swab Antigen dan memastikan pelapornya kedalam NAR, juga untuk pencatatan pelaporan kedalam “Si Lacak” Pemkab juga melibatkan para relawan seperti dari kader PKK, Karang Taruna dan lainnya.

Selain itu dilakukan upaya peningkatan kepatuhan terhadap pelaksanaan prokes dan kebijakan pembatasan pergerakan sesuai 8 sasaran area inmendagri no 15 th 2021 seperti aplikasi prokes diskominfo, penguatan posko-posko tangguh Covid-19 yang tersebar di 265 desa/kelurahan untuk deteksi dini kasus Covid-19.

Sementara untuk penanganan kesehatan, Pemkab Ciamis sudah melakukan penambahan BED di RSUD dan RS swasta, melaksanakan pemantauan pasien-pasien isoman melalui grup wa komunitas/instansi “Santri Cinta”, melakukan pemantauan melalui video Call kepada pasien-pasien isoman di tiap desa, percepatan vaksinasi melalui vaksinasi keliling.

“Dalam membantu masyarakat terdampak Covid-19, Kami juga melaksanakan gerakan Panci Berkah (Pangandaran Ciamis Berbagi Karena Allah Ta’ala), untuk penegakkan hukum dilakukan dengan melaksanaan Sidang  Pelanggaran PPKM Darurat secara Virtual,” pungkasnya. (Nank Irawan**)

News Feed