oleh

Yo Kita Kunjungi Pariwisata Bangka Setara Yang Elok

Buletinindonesianews.com

Bangka, Babel — Menjadi jawaban bagi Kabupaten Bangka untuk bertransformasi dari sektor tambang ke sektor Pariwisata. Tentu hal ini menjadi perhatian Pemerintah Daerah khususnya  Kepala Daerah  Bupati Bangka Mulkan SH MH.

Kita yakin semua pemimpin di Bangka Belitung khususnya Kabupaten Bangka sangat serius dalam pembangunan pariwisata karena Kabupaten Bangka memiliki segalanya selain timah. Apalagi sejak dulu Bangka  terkenal elok dan menawan. Panorama alamnya sungguh cantik rupawan. Budayanya beragam warna dari berbagai suku dan etnik. Semua ini bisa dijadikan modal dasar dalam mengembangkan pariwisata sebagai alternatif penggerak roda perekonomian pasca tambang.

Pasalnya, lambat laun bahan tambang bakal habis dan tak bisa diperbaharui lagi. Apalagi  minat wisatawan berkunjung ke Kabupaten Bangka cukup tinggi, sebelum pandemi Covid 19 .Tentu saja jumlah kunjungan wisata ke Bangka Belitung cukup tinggi Bahkan Babel pernah disebut-sebut  sebagai wisata alternatif selain Pulau Bali.

Memang secara geografis Bangka Belitung lebih strategis ketimbang Bali. Bangka   Juga tak begitu jauh dari Jakarta atau Pulau Jawa. Sehingga sangat logis bila menjadi kawasan wisata, alternatif kawasan bisnis, dan pelabuhan dan bandara tidak jauh dari Kabupaten  Bangka sebagai wisata bahari yang menggoda.Dan Kabupaten Bangka juga banyak memiliki keunggulan pesona wisata. Tak kalah dengan Bali,  memiliki pesona keindahan alam, souvenir, dan seni budaya daerah.

Untuk keindahan alam misalnya, Babel memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang dan Pulau Lengkuas di Belitung. Belum lagi destinasi wisata lainnya yang cukup menarik dan sudah mendunia seperti  objek wisata Geopark Belitung sebagai geopark dunia. Di Pulau Bangka sendiri ada Pantai Parai Tenggiri, Pantai Materas, Pantai Tanjung Pesona, Pantai Rambak, Pantai Tongaci, PantaiTikus Emas dan Pantai Penyusuk dengan Pulau Putrinya, dan banyak lagi pantai yang memiliki  destinasi wisata yang menarik.

“Selain dari pada itu adalagi wisata relegi dan  Rumah  Sakit Pariwisata yang keberadaannya di Kabupaten Bangka seperti Puri Tri agung, Bukit Pagoda, Bukit Fathinsan yang keberedaanya di kota Sungailiat, Goa Maria yang ada di kecamatan Belinyu ,untuk Rumah Sakit  Pariwisata ada di 2 tempat yang  lokasinya tidak jauh dari tempat wisata yang ada di Kabupaten Bangka.

Untuk Kerajinan tangan atau souvenirpun  banyak lagi yang tak kalah menarik untuk dijadikan kenang-kenangan atau oleh-oleh bagi para pelancong. Sedangkan untuk seni budaya daerah, budaya nganggung yang sarat makna dan masih banyak lagi seni budaya lainnya yang tak akan terlupakan seumur hidup di benak para pelancong.

Agar semua ini tak hanya menjadi wacana atau mimpi semata, maka ada beberapa langkah atau strategi yang harus dilakukan. Dimulai dengan mengubah sikap mental dan paradigma berpikir masyarakat yang apatis menjadi pro aktif mendukung pengembangan wisata di Kabupaten Bangka. Juga sinergi semua pihak khususnya pelaku usaha wisata, masyarakat, dan Pemerintah Daerah.

Kemudian yang tak kalah pentingnya meningkatkan kualitas SDM terutama yang berhubungan langsung dengan dunia Pariwisata. Semisal SDM yang ada di institusi Pemerintah Daerah maupun swasta. Khusus pelaku wisata dengan didukung Pemerintah Daerah dan provinsi  sudah saatnya meningkatkan atau memperbaiki fasilitas yang berhubungan dengan objek wisata.

Antara lain sarana jalan, keamanan, kebersihan, pusat informasi wisata yang harus berfungsi optimal di bandara maupun fasilitas publik lainnya serta  pengembangan fasilitas lainnya yang membuat nyaman dan betah para wisatawan.
Juga yang tak kalah pentingnya perlu memberikan kemudahan bagi investor dibidang pariwisata dan menciptakan iklim yang kondusif  Kemudahan ini antara lain dari segi informasi, perizinan, dan administrasi yang tidak berbelit- belit.

Menyangkut soal informasi dan promosi tentu di era sekarang hal itu mutlak dilakukan secara masif dan efektif. Promosi ini harus melibatkan semua kalangan dengan berbagai wadah informasi, termasuk melalui ajang pamer

Skala Nasional maupun internasional, melalui media cetak, media elektronik, media online, media sosial, . Semua promosi mengenai pariwisata Bangka ini tak boleh dilakukan secara sporadis namun harus direncanakan sekaligus dilaksanakan secara optimal, terkoordinasi, berkesinambungan.

Agar daya tarik wisata ke Kabupaten Bangka semakin menggeliat, maka perlu juga menghidupkan sanggar-sanggar seni budaya yang ada. Sehingga diharapkan sanggar budaya ini tetap hidup dan sewaktu-waktu dapat tampil memukau di hadapan wisatawan. Untuk itu perlu pula digalakkan lomba atau festival seni budaya untuk memancing agar seniman/budayawan lokal tetap bergairah melahirkan karya-karya terbaik mereka.

Tentunya masih banyak strategi dan terobosan penting lainnya yang harus dilakukan semua kalangan agar pariwisata di Bangka menggeliat. Bangka pun suatu saat bisa seperti Bali jika semua pihak sungguh-sungguh.

(Wawan)

News Feed