YPHLI Bentuk Generasi Muda Berkarya Nyata Menjawab Tantangan Alam

YPHLI Bentuk Generasi Muda Berkarya Nyata Menjawab Tantangan Alam

Buletin Indonesia News,

Jakarta, — Saat ini banyak daerah di Indonesia yang dilanda banjir. Permasalahan yang ditimbulkan bukan hanya pada daerah yang terdampak, tetapi juga pada wilayah sekitarnya yang tidak terkena, dengan mengakibatkan berdampak pada beberapa aspek kegiatan manusia seperti kesehatan, perekonomian, pendidikan hingga sosial kemasyarakatan.

Melihat dari buruknya dampak banjir, Yayasan Peduli Hijau Lestari Indonesia (YPHLI) bersama kaum mileneal dan elemen masyarakat Klender Jatinegara Jakarta, pada hari Minggu 8/03/2020 terus berupaya untuk melakukan berbagai tindakan preventif semaksimal mungkin.

YPLHI bersama kaum milenial mengadakan kegiatan tindakan preventif menanggulangi banjir dengan membuat lubang resapan biopori (LRB) Klender Jatinegara Jakarta Timur.

Menurut Boy Junafiah Ketum YPHLI mengatakan bahwa salah satu penyebab banjir adalah karena kurangnya resapan air dan kesadaran manusia untuk tidak membuang sampah ke saluran air irigasi atau sungai.

” Kurang sadarnya masyarakat dalam membuang sampah ke saluran air irigasi atau sungai, dapat menjadi dampak meluap air yang menyebabkan banjir itu salah satunya,” ucap Boy Junafiah di sela-sela kegiatan pada Media di Klender Jatinegara, Minggu (8/03/2020).

Dikatakan Boy ada beberapa metode telah digunakan untuk mencegah dan menanggulangi banjir ini, diantara solusinya dengan biaya yang tidak mahal dan bisa dilakukan oleh masyarakat yaitu dengan membuat kantong kantong resapan air atau yang biasa kita kenal dengan Lubang Resapan Biopori (LRB).

LRB ini multifungsi disamping untuk menampung debit air juga berfungsi sebagai produsen kompos sebagai pupuk hasil dari penguraian sampah organik yang ditanam didalam lubang yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya tanaman organik, tambah Boy.

Aksi sosial ini terlaksana dengan melakukan pembuatan LRB bersama-sama dengan beberapa elemen masyarakat sekitar lingkungan warga.

Lanjut Boy junafiah, ini adalah sebuah bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan. Tuhan sudah memberikan lingkungan yang asri dan hijau pada kita, lalu apa yang akan kita berikan sebagai wujud terima kasih kepada-Nya. Sudah sepatutnya kita memelihara dan menjaga apa yang telah diberikan Tuhan Pada kita, ini adalah wujud syukur atas apa yang telah diberikan.

“Kita memang tidak pernah mewarisi dunia ini dari para nenek moyang terdahulu, ingat disini kita hanya meminjam apa yang sepatutnya kita lakukan dengan barang pinjaman? Tetap menjaganya agar selalu dalam keadaan baik dan utuh, alam ini jatah anak cucu kita kelak oleh karena itu jagalah dan pelihara dengan baik untuk mereka,” pungkasnya.

(TN/A)

BULETIN INDONESIA NEWS

%d blogger menyukai ini: