YPHLI Gelar Giat Urban Farming Rangka PSBB

YPHLI Gelar Giat Urban Farming Rangka PSBB

Buletin Indonesia News,

Jakarta, — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah resmi memperpanjang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta. Atas dasar inilah Yayasan Peduli Hijau Lestari Indonesia (YPHLI) mengajak warga Klender Jatinegara Cakung Jakarta Timur untuk mengisi masa PSBB ini dengan hal yang bermanfaat.

Ketua Umum YPHLI, Boy Junafiah mengatakan bahwa kegiatan PSBB salah satunya yaitu dengan mengadakan kegiatan Urban Farming.
Urban Farming adalah sebuah konsep memindahkan pertanian konvensional ke pertanian perkotaan, yang menjadi pembeda ada pada media tanam dan pelakunya.

YPLHI mengadakan edukasi dengan Urban Faming disaat covid-19, selain menghijaukan lingkungan juga dapat tambahan inkam dengan menanam sayur-mayur dan buah-buahan

“Pertanian konvensional lebih berorientasi pada pada hasil produksi, sedangkan Urban Farming lebih pada karakteristik pelaku yakni masyarakat perkotaan, ” jelas Boy disela-sela edukasi di warga kelender dan pada media di Jakarta Timur, Jumat (24/04/2020).

Ditambahkan Boy bahwa Urban Farming telah menjadi kebiasaan karena semakin tinggi level kesadaran masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat.

Boy berharap dengan melakukan kegiatan ini warga masyarakat mendapat ketersediaan sayur-mayur sebagai sumber nutrisi, menghijaukan lingkungan, membantu mengurangi pemanasan global dan mengurangi impor sayuran dan buah buahan.

Tapi yang terpenting ini untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kualitas gizi, makanan, kesehatan dan lingkungan sekitar, sambung Boy.

Menurutnya bahwa Kegiatan Urban Farming yang diusung oleh YPHLI mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga ditengah merebaknya wabah Covid-19.

Ketum Yayasan Peduli Hijau Lestari Indonesia menjelaskan bahwa Jakarta sedang menghadapi kerentanan pangan seiring dengan terbatasnya lahan pertanian. Urban Farming adalah konsep pertanian perkotaan yang memungkinkan untuk diterapkan di Jakarta.

“Selain itu Urban Farming berfungsi sebagai ruang hijau, penyerap emisi Co2, perbaikan kualitas udara dan pengendali iklim mikro, Jakarta dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan berbagai macam budidaya tanaman dengan sistem penanaman yang minim lahan,” ujarnya.

Dengan Bercocok tanam dalam mengadaptasi sistem urban farming ini dikhususkan untuk menanam berbagai jenis sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, sehingga warga Jakarta terutama ibu rumah tangga bisa menambah penghasilan.

“Karena bisa ditanam dan dipanen sendiri baik untuk dijual atau dikonsumsi sendiri,” tutupnya.

(TS/A)

BULETIN INDONESIA NEWS

%d blogger menyukai ini: