Begini Kronologis Kasus Mantan Dekan FIKES Unigal, Sampai Di Vonis 7 Bulan Penjara

Buletin Indonesia News
CIAMIS, — Setelah menjalani beberapa tahapan sidang di Pengadilan Negeri Ciamis, mantan Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Galuh Ciamis, Tita Juwita di vonis 7 (tujuh) bulan Penjara. Tita menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Ciamis karena melakukan penggelapan uang Kampus.
Sidang terakhir yang berlangsung , Senin (08/04/19) di Ruamg Sidang Pengadilan Negeri Ciamis merupakan sidang putusan Majelis Hakim yang menjerat terdakwa Dra.Tita Juita MPd.M.Kes dengan pasal yang dituduhkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ciamis yaitu pasal 374 dan pasal 372 KHUP Pidana penggelapan dalam jabatan.

Majelis Hakim yang di Pimpin Dju Johnson Mira Mangngi S.H.,M.H, memvonis terdakwa Dra Tita Juita MPd M.Kes dengan hukuman 7 bulan penjara.

Menurut Hakim, terdakwa secara sah dan terbukti  melakukan kesalahan yaitu penggelapan dalam jabatan.
Sementara, putusan tersebut lebih ringan dibanding dengan tuntutan jaksa yaitu 10 bulan penjara.

Berdasarkan informasi yang di himpun, Tita di laporkan oleh pihak Kampus karena tidak melaporkan seluk-beluk keuangan Mahasiswa yang masuk ke Fakultas (ilmu Kesehatan_Red).
Setelah menjalani proses penyidikan yang cukup lama di Polres Ciamis, kasus yang menjerat Tita ini kemudian di limpahkan ke Kejaksaan Negeri Ciamis untuk di adili di Pengadilan Negeri Ciamis.

Kapolres Ciamis, AKBP Bismo Teguh Prakoso, saat menggelar konferensi pers, Selasa (08/01/2019) lalu mengatakan, kasus ini bermula dari pengaduan pihak Rektorat Unigal ke pihak kepolisian yang melaporkan terpidana. Dalam pengaduan itu, Tita dilaporkan telah melakukan penggelapan uang milik Unigal.

Waktu itu, Bismo menegaskan, setelah dilakukan penyelidikan, ternyata ditemukan tindakan pidana, dimana terpidana Tita dengan sengaja memerintahkan stafnya untuk mencairkan uang sebesar Rp. 155 juta dari pihak Unigal. Padahal, uang yang dibutuhkan untuk pembiayaan kegiatan di FIKES Unigal hanya sebesar Rp. 81 juta
Dari data pemeriksaan kepolisian menyebutkan, kasus ini bermula ketika Tita diberhentikan dari jabatannya sebagai Dekan FIKES Unigal pada tanggal 15 Mei 2018 lalu karena alasan melanggar statuta Universitas Galuh.
Namun, sebelum diberhentikan atau pada hari yang sama tanggal 15 Mei 2018, Tita memerintahkan stafnya untuk mencairkan uang di rekening bank milik FIKES Unigal sebesar 105 juta.
Setelah dirinya (Tita_Red) diberhentikan dari jabatannya, pada tanggal 18 Mei 2018, wakil dekan FIKES kembali mencairkan uang dari rekening milik FIKES Unigal sebesar Rp. 50 juta atas perintah terpidana Tita. Dengan begitu, dalam waktu tiga hari, uang yang dikeluarkan dari rekening sebesar Rp. 155 juta.

Padahal, berdasarkan pengajuan anggaran dari masing-masing prodi di FIKES Unigal, yakni Prodi Kebidanan dan Prodi Keperawatan, hanya sebesar Rp. 81 juta. Dengan begitu, terdapat selisih sebesar Rp. 73 juta yang seharusnya tidak dicairkan.
Setelah adanya pencairan uang yang melebihi kebutuhan atau adanya dugaan penggelapan uang, kemudian terendus oleh pihak rektorat Unigal pada tanggal 21 Mei 2018. Karena sudah terendus, tersangka pada tanggal 23 Mei 2018 memerintahkan wakil dekan untuk menyetorkan kembali uang sebesar Rp. 155 juta ke rekening BNI atas nama FIKES Unigal.

Kemudian pada tanggal 24 Mei 2018 pihak rektorat Unigal melakukan pemblokiran rekening BNI atas nama FIKES Unigal. Sehari kemudian atau tanggal 25 Mei 2018, perbuatan tersangka dilaporkan oleh Rektor Unigal ke Polres Ciamis. (AGUS**)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *