oleh

Wabup Yana D Putra : Kewenangan Ada di Pemerintah Pusat

Buletin Indonesia News.com

CIAMIS, Jabar — Pelaksanaan seleksi kompetensi II Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dilakukan dengan mengedepankan sistem terbuka dan akuntabel, yang menentukan adalah nilai dari hasil ujian.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Ciamis, Yana D Putra didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Dr. Asep Saeful Rahmat, M.Si dan Kepala BKPSDM Ciamis ketika melakukan pemantauan pelaksanaan seleksi kompetensi II PPPK, Kamis (09/12/2021) di SMKN 2 Ciamis.Dijelaskan Wabup, Pemerintah Kabupaten Ciamis khususnya Bupati Ciamis telah berupaya untuk menambah lagi kuota PPPK, namun kewenangan ada di Pemerintah Pusat.

Pelaksanan ujian PPPK tersebut, Pemerintah Pusat yang mengatur dan menentukan segala sesuatunya. “Kami jajaran Pemkab ingin seluruh peserta lulus, apalagi yang usianya diatas 35 tahun, namun kewenangan ada di Pemerintah Pusat, dalam kesempatan ini pun kami hanya bisa mendo’akan,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wabup menyempatkan berkomunikasi langsung dengan sejumlah peserta terkait pelaksanaan tes yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat. Pihaknya juga berpesan agar para peserta tetap semangat dan tidak lupa untuk berdoa sebelum mengikuti atau mengerjakan soal ujian.

“Atas nama pribadi dan pemerintah saya ucapkan selamat dan semoga diberi kemudahan, kelancaran dan seluruhnya bisa lulus menjadi guru PPPK dilingkup Pemkab Ciamis,” harapnya.

Setelah memantau tempat seleksi PPPK di SMKN 2 Ciamis, kemudian Wabup melanjutkan peninjauan ke SMAN 1 Ciamis. Diketahui Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) untuk formasi Guru PPPK di lingkup Pemerintah Kabupaten Ciamis dilaksanakan di empat lokasi.

Jumlah peserta seleksi kompetensi PPPK di lingkup Pemkab Ciamis sebanyak 2700 orang yang tersebar di empat lokasi dengan dibagi kedalam beberapa dua sesi. Adapun ke-4 lokasi tersebut adalah di SMKN 1 Ciamis, SMKN 2 Ciamis, SMAN 1 Ciamis dan SMKN 1 Kawali.

Seleksi PPPK tersebut dilaksanakan dengan melaksanakan protokol kesehatan ketat, para peserta diwajibkan membawa dan menunjukkan surat keterangan hasil swab negatif, dan surat keterangan vaksinasi sebagai upaya untuk meminimalisir potensi penyebaran Covid-19 saat seleksi dilaksanakan. Sementara itu, Wakasek Humas SMAN 1 Ciamis yang juga merupakan panitia dalam seleksi, Supyan Iskandar mengungkapkan peserta yang mengikuti seleksi di SMAN 1 sebanyak 800 orang yang dibagi dalam dua sesi, dalam sesi pertama jam 07:00 para peserta masuk ruangan, kemudian dilakukan pemeriksaan dari mulai identitas, surat keterangan sudah divaksin, surat hasil Swab dan lainnya.

“Pelaksanaan disini selama empat hari, sehari ada dua sesi dan setiap sesi diikuti 100 orang peserta, jadi peserta yang melaksanakan ujian disini ada 800 orang peserta,” ungkapnya.

Supyan juga menambahkan ada 5 ruangan yang dipakai untuk kegiatan tersebut, dan untuk mengantisipasi apabila tiba-tiba listrik padam, pihaknya telah bekerjasama dengan pihak PLN.

“Karena ganset rusak makanya kami bekerjasama dengan PLN untuk mengantisipasi apabila terjadi aliran listrik,” pungkasnya. (Nank Irawan**)

News Feed