oleh

Bayi Di Ciamis Kritis Usai Diimunisasi. Kapuskesmas Baregbeg Berdalih Sesuai SOP

Buletin Indonesia News.com
CIAMIS, —
Kasus Bayi berumur 6 (enam) bulan yang kritis pasca imunisasi di Posyandu dusun Bangunsirna Desa Sukamaju Kecamatan Baregbeg mendapat tanggapan dari sejumlah pihak terkait.

Dokter Spesialis anak di Rumah Sakit Permata Bunda Ciamis, dr. H. Fouad Hakim membantah dirinya mengatakan penyakit ZA (6), bayi dari pasangan Jafar (40) dan Ria (24) disebabkan oleh Bakteri atau akibat dosis tinggi.

Dijelaskan dr Fouad, pihaknya sangat menyayangkan dengan statement yang diucapkan Jafar, bahwa diare pasca imunisasi disebabkan adanya bakteri/kelebihan dosis saat imunisasi. “Itu tidak benar karena diare tidak ada hubungannya dengan imunisasi DPT. Jadi tidak benar kalau saya mengatakan seperti itu, tidak ada hubungannya diare dengan imunisasi DPT,” ungkapnya Senin (04/10/21) di Ruang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis.

Baca Juga (Update) : ORANGTUA BAYI MELAPOR KE POLRES CIAMIS

Kehadiran dr Fouad di Dinas Kesehatan untuk membahas kasus Bayi dari Jafar dan Ria bersama Kepala Dinas Kesehatan, dr. Yoyo, Sekretaris Dinas Kesehatan, Anton, Kepala Puskesmas Baregbeg dan pejabat Dinas Kesehatan lainnya.
Kendati demikian, dr. Fouad tidak menunjukkan rekam medis pasien (ZA_red) untuk memperkuat pernyataannya.

Sementara itu, Ayu selaku kepala Puskesmas Baregbeg berdalih bahwa para Bidan yang bekerja di wilayah Kecamatan Baregbeg semuanya sudah berkompeten, dalam melaksanakan tugasnya sudah sesuai dengan SOP. “Justru kami sangat menyayangkan kenapa Jafar tidak konsultasi ke pihak Puskesmas, malah di upload ke medsos,” ujarnya.

Ayu  mengatakan bahwa persoalan kondisi AZ sudah dimusyawarahkan antara pihak keluarga Jafar, Bidan Desa, dr. Fouad Hakiem, Dinas Kesehatan Ciamis, Puskesmas Baregbeg dan Kepala Desa Bangunsirna di Kedung Panjang, namun tidak menemui jalan keluar. (Nank Irawan).

News Feed