oleh

Puluhan Ibu-Ibu Jadi Korban Investasi dan Arisan Duos Bodong di Banjarsari

Buletin Indonesia New.com

CIAMIS, Jabar — Mapolsek Banjarsari Polres Ciamis mendapatkan laporan dari puluhan ibu-ibu yang diduga menjadi korban arisan bodong, Selasa (2/8/2022).

Puluhan warga yang rata-rata melapor adalah ibu-ibu, mereka mengaku telah menjadi korban arisan dous dan investasi bodong. Warga mendatangi Mapolsek Banjarsari untuk melaporkan atas kerugiaan yang dialaminya setelah menjadi korban penipuan yang diduga dilakukan oleh NR.  

NR merupakan warga Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. 

Menurut Salah satu korban asal Kecamatan Banjaranyar WG mengatakan, pihaknya telah investasi uang sebanyak Rp 35 juta dan meminjamkan uang dengan alasan untuk dan talang sebesar Rp 40 juta kepada NR jadi totalnya mencapai Rp 95 juta yang diberikan kepadanya. 

“Awal mulanya investasi tersebut berjalan dengan lancar, namun setelah 10 bulan kemudian pelaku kesulitan membayar bungan selalu banyak alasan bahkan juga susah untuk dihubungi.” jelasnya.

“Jadi niat kami bersama puluhan korban lainnya datang ke kantor Polisi hanya untuk memberikan pelaporan atas kerugian yang dialami dan juga akan memberikan keterangan setelah menjadi korban penipuan investasi bodong.” tambahnya.

Disisi lain, pihak Kapolsek Banjarsari, Kompol Ma’mun Murod mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan para member yang telah menjadi korban. 

“Kami sudah meminta keterangan dari semua anggota atau member arisan terkait jumlah kerugian mereka, sementara sudah  23 orang member yang memberikan keterangan, dan dari keterangan terlapor NR jumlah seluruh member yang ia kelola semuanya diakui NR ada sekitar 40 orang,” terang Kapolsek.

Menurut Kapolsek modus pelaku menjalankan aksinya berupa membuka arisan Dou, dimana peminjam dan pemodal yang di memberi pelaku. Namun setelah berjalan beberapa waktu pelaku melakukan pemalsuan data member.

“Banyak nama pinjam yang diduga fiktif saat transaksi, setelah kita telusuri dan menggali keterangan, nama member fiktif tersebut ternyata digunakan si pelaku,”

“Jadi uang yang ia guanakan bukan uang pinjaman ke orang lain, melainkan digunakan oleh dirinya sendiri, ia mengaku uang member yang ia pakai itu mencapai sekitar Rp 80 juta.” ucapnya.

“Dua orang tersebut satu berstatus sebagai pelaku, dan satu lagi sebagai pemilik rekening yang dipinjam oleh si pelaku, mengingat keduanyan perempuan, maka hari ini kami akan langsung limpahkan kasus ini ke Polres Ciamis.” tambahnya.