oleh

Waww! Bottega Berikan Garansi Seumur Hidup Kepada Para Pembeli

Buletin Indonesia News.com

MILAN, Italia – Ada yang berbeda dari salah satu perusahaan fashion di Italia, dimana Bottega Veneta menawarkan garansi seumur hidup bagi pembeli tasnya untuk menekan kebiasan belanja barang yang berlebih.

Program ini hanya berlaku pada tas baru yang di beli per November dan bukan untuk memanjakan konsumen loyalnya yang rela menghabiskan uang puluhan hingga ratusan juta demi sebuah tas kulit.  

Bartolomeo “Leo” Rongene selaku CEO Bottega Veneta mengatakan, memberikan garansi merupakan cara label yang berusia 56 tahun ini untuk menghargai sebuah kualitas karya artisan sekaligus mendukung gerakan mode yang ramah lingkungan atau sustainable fashion.

Leo juga memaparkan bahwa kedua hal tersebut saling berkaitan. Tas Bottega Veneta dengan intrecciato, motif khasnya yang mirip dengan anyaman membuat harga jual tidak murah karena kualitas karya artisan yang diutamakan.

Apalagi setelah Matthieu Blazy menjadi direktur kreatif Bottega Veneta pada November 2021, menggantikan Daniel Lee. Menurut kabar dari WWD, desainer asal Prancis ingin memperkuat identitas Bottega dalam ‘extraordinary craftmanship’ atau keterampilan tangan yang luar biasa.

Dibawah arahannya, para artisan produk kulit Bottega ditantang untuk mengasah lagi Teknik yang sudah mereka kuasai.

Seperti Kalimero, seri terbaru yang ditawarkan Blazy untuk koleksi Fall/Winter 2022 yang sekaligus menandai kreasi perdananya sebagai desainer Bottega Veneta. Tas bergaya buket ini terbuat dari 55 meter kulit yang dianyam tanpa jahitan.

“Tidak ada dua tas yang benar-benar sama,” ucap Leo. Adapun harga Kalimero yang dipatok dengan harga 7.500 USD atau sekitar Rp 117 juta.

Ia menambahkan, proses pembuatan tas akan berjalan sesuai dengan kemampuan Bottega Veneta. Jika ada yang sakit, maka proses pembuatan tas akan diberhentikan sementara dan akan berlanjut saat artisan tersebut sudah pulih.

Itulah alasan label yang berada di bawah naungan grup Kering ini tidak pernah memproduksi secara massal. Karena mereka lebih mengedepankan kualitas daripada kuantitas, sehingga konsumen dapat memakai lebih lama.

“Gunakan barang Anda untuk waktu lebih lama, dan simpan selama-lamanya,” ujar Leo.

Dia yakin, model bisnis seperti ini tidak akan merugikan Bottega Venetta. Karena sekarang banyak generasi Z yang mempedulikan lingkungan.