oleh

Tim Buser Polres Ciamis Bekuk Komplotan Pencuri Ternak Lintas Daerah

Buletin Indonesia News.com

CIAMIS, Jabar – Tim Buru Sergap (Buser) Satreskrim Polres Ciamis tangkap komplotan pencuri ternak lintas daerah. Para pelaku melakukan aksinya tidak hanya di Ciamis, tetapi juga di Tasikmalaya, Banjar, dan Pangandaran.

Kapolres Ciamis AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro berkata, penangkapan terhadap para pelaku dilakukan setelah Polres Ciamis menerima lima laporan terkait pencurian hewan ternak. Dengan adanya laporan tersebut, petugas Satreskim Polres Ciamis lakukan penyelidikan.

“Penyidik mendapatkan petunjukan tentang pelaku pencurian hewan ternak yang merasahkan masyarakat Ciamis itu. Kemudian, tim Buser Satreskrim Polres Ciamis bergerak memburu dan menangkap para pelaku,” ucap Kapolres Ciamis AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro saat konferensi pers di Mapolres Ciamis, Rabu (9/11/2022).

Tony menuturkan, komplotan pencuri hewan ternak berjumlah 11 orang. Delapan orang berperan sebagai eksekutor dan tiga sebagai penadah.

Perinciannya, tiga penadah merupakan warga majalengka. Sementara, 8 pencuri ternak diantaranya merupakan tiga warga Majalengka, tiga warga Ciamis, dan dua lainnya warga Tasikmalaya.

“Kami menangkap delapan pencuri spesialis pencuri hewan ternak kambing lintas daerah yang sangat meresahkan warga. Dalam penyergapan itu, polisi juga mengamankan tiga kambing hasil curian, minibus, dan tiga penadah,” ujar Tony.

Toni menambahkan, salah satu dari delapan tersangka merupakan residivis pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

“Para pelaku mencuri hewan ternak selama satu tahun terakhir, dari November 2021 hingga November 2022,” tutur Kapolres Ciamis.

Para tersangka, ucap Tony, mencuri hewan ternak tidak hanya di Ciamis, tetapi juga Tasikmalaya, Banjar, dan Pangandaran.

“Di wilayah hukum Polres Ciamis, komplotan ini mencuri 13 hewan ternak. Hewan ternak itu milik warga Panjalu dan Panumbangan. Ternak tersebut akan dikembalikan kepada pemiliknya,” tuturnya.

Atas perbuatan tersebut, komplotan spesialis pencuri ternak tersebut dijerat Pasal 363 KUHPidana tentang Pencurian dengan Pemberatan. Para pelaku terancam hukuman 7 tahun penjara.