oleh

Hal-Hal Menarik yang Ada di Kawasan Pantai Karang Tawulan Tasikmalaya

Buletin Indonesia News.com

TASIKMALAYA, Jabar – Selain dikenal dengan keindahan alam dan suasana eksotisnya, pantai Karang Tawulan di Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya juga memiliki potensi lain. Ada situs-situs bersejarah yang menjadi tujuan wisata minat khusus di Bukit Asri yang menghadap ke laut lepas.

“Ada destinasi wisata minat khususnya, di bagian kiri bukit ada makam dan “patilasan”. Jadi memang ada kalangan wisatawan yang datang untuk berziarah atau melacak sejarah,” ucap Iyus selaku petugas pengelola objek wisata pantai Karang Tawulan.

Makam dan “patilasan” Sang Hyang Banyu Mukti merupakan salah satu tempat yang paling terkenal, atau yang dikenal dengan julukan Garuda Ngupuk.

Salah satu spot “patilasan” Sang Hyang Banyu Mukti di pantai Karang Tawulan adalah Batu Gedogan. Batu ini berbentuk dan berposisi tegak, seperti patok atau msyarakat setempat sering menyebutnya “pancuh” dan “tutugur”.

Menurut cerita yang beredar, batu itu adalah tempat Sang Hyang Banyu Mukti mengikatkan kuda terbangnya. Dalam Bahasa Sunda sendiri, Gedogan berarti kandang kuda atau istal.

“Gedogan itu tempat Garuda Ngupuk menyimpan kuda sembrani,” ujar Atam (60), salah seorang warga setempat.

Adanya istal kuda sembrani itu kemudian berdampak pada munculnya larangan atau pamali bagi warga sekitar Karang Tawulan untuk memelihara kuda. Karena ada beberapa warga yang memelihara kuda namun berakhir dengan mati mendadak.

“Dulu ada warga pendatang memelihara kuda, tapi gak lama mati. Katanya karena diganggu oleh kuda sembrani Sang Hyang Banyu Mukti,” kata Atam.

Selain “patilasan”, terdapat makam Sahid Abdurahman dan Sahid Abdurohim. Dua sosok ini merupakan tokoh penyebar agama Islam di wilayah pesisir selatan Jawa Barat. Makamnya ini kerap kali dikunjungi oleh wisatawan karena masih ada hubungan dengan Syeh Abdul Muhyi Pamijahan.

Adapun spot lain yang tidak kalah menarik adalah Poponcol, ini adalah sebutan untuk bagian bukit yang paling menjorok ke laut. Menurut Iyus, dulu di Poponcol ini sempat dibangun pos pematauan keamana maritim.

Namun seiring berjalannya waktu, pos pantau tersebut lapuk dimakan usia. Dan sebagai gantinya dalam penataan dan revitalisasi yang saat ini sedang dilaksanakan, pemerintah membangun menara pandang di dekat area parkir.