oleh

Subsidi MA, Rencana Gubernur Khofifah Terkait SPP Dinilai Masih Abu-abu

www.buletinindonesianews.com

Surabaya, Jatim —  Program subsidi biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) untuk siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) yang ada di berbagai wilayah di Provinsi Jawa Timur dinilai masih abu-abu.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim pernah mengatakan, bahwa Program yang direncanakan pada 10 Maret 2020 akan disalurkan mulai bulan Juli tahun ajaran baru 2020/2021.

“Program subsidi SPP tersebut sama seperti yang sudah disalurkan untuk siswa SMA/SMK Negeri maupun Swasta yang menjadi bagian dari program pendidikan gratis dan berkualitas (TisTas),” paparnya dengan tegas di SMA Trimurti Surabaya (10/03/2020).

Tidak hanya itu Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi, juga menambahkan bahwa SMA dan SMK Negeri di Jawa Timur dilarang melakukan pungutan, iuran atau bentuk lain yang bersifat wajib kepada peserta didik baru.

Rencana hebat Gubernur Jatim Khofifah IP terkait pemberlakuan SPP gratis untuk Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dinilai masih Abu-abu dan disinyalir tidak jelas. Berdasarkan masih tetap berlakunya SPP 2020-2021 dibeberapa sekolah, artinya apa yang sudah disampaikan oleh beliau diwaktu itu sampai saat ini belum terealisasi.

“Program SPP gratis SMA/SMK Negeri sudah berjalan sejak 2019 lalu. Jadi sekolah tidak diperkenankan memungut rupiah sepeser pun dari siswa. Semua gratis, seluruh Jatim. Jadi sangat disayangkan apabila tidak berlaku untuk MAN yang juga Negeri dan sederajat. Selain itu, untuk menghindari opini negatif adanya sebuah kebijakan yang tidak seimbang dari Pemprov Jatim,” ungkap Handreyanzah salah seorang aktivis Jawa Timur.

Selain itu program Pemerintah tersebut bisa menjadi bagian penguatan, dorongan, dan semangat bagi orang tua dan siswa untuk bersekolah setinggi-tingginya. Tidak ada alasan tidak sekolah karena tidak punya uang.

Handreyanzah berharap semoga program yang sudah direncanakan bisa terealisasikan dengan baik dan untuk seluruh insan pendidikan tetap menjaga optimisme dan semangat selama proses pendidikan meski harus dilakukan secara online. Di era sekarang, masyarakat kaya atau miskin diharap mendapatkan pendidikan yang sama.

“Dalam menciptakan SDM Unggul dan menuju Indonesia Maju”, selaras dengan apa yang dicita-citakan oleh Presiden Jokowi,” ucap Andre sebagai penutup.

Editor : Neneng Tsamrotussa’adah

News Feed