oleh

Kejari Ciamis Tahan Tersangka Kasus Susur Sungai Yang Tewaskan 11 Siswa MTs Setahun Lalu    

Buletin Indonesia News.com

CIAMIS, Jabar – Setelah setahun penyidikan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Ciamis resmi menahan tersangka kasus insiden susur sungai yang menewaskan 11 siswa MTs Harapan Baru, Selasa (22/11/2022).

Tersangka berinisial R (41) merupakan guru MTs Harapan Baru yang juga pembina Pramuka saat tragedi susur Sungai Cileueur, Kecamatan Cijeunjing, Kabupaten Ciamis pada Jumat (15/10/2021).

Sebelumnya, R ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Ciamis tepatnya pada Senin (22/11/2021). Setelah melakukan penyidikan selama setahun, berkas perkara kasus tersebut telah dinyatakan lengkap. Barang bukti dan tersangka kini telah diserahkan ke Kejari Ciamis.

Baca Juga: Guru Pembina Jadi Tersangka Meninggalnya 11 Siswa. Polres Ciamis Kenai Pasal Kelalaian

Dengan menggunakan rompi merah dan tangan diborgol, R dibawa untuk dititipkan di Lapas Ciamis. R digiring ke mobil tahanan dari ruang pemeriksaan Kejari Ciamis.

Foto: tersangka saat dibawa untuk dititipkan ke lapas

“Perkara ini cukup menjadi perhatian, karena korbannya nyawa 11 orang. Kemudian dari penyidikan sudah 1 tahun dan sudah cukup buktinya. Ditahap dua kan pengiriman tersangka dan barang bukti. Kemudian yang tadinya tidak dilakukan penahanan pada proses penyidikan, sekarang dilakukan penahanan,” ucap Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Ciamis Soimah.

Soimah menjelaskan, penahanan itu agar memudahkan dan mempercepat proses persidangan, untuk jadwal persidangan sendiri masih belum ditentukan. Kejari Ciamis baru menerima barang bukti dan tersangka. Kejari akan melakukan pemeriksaan dan merapihkan berkas administrasi terlebih dahulu.

“Tersangka dikenakan Pasal 359 KUHP pidana dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun. Yaitu perbuatan kelalaian yang mengakibatkan meninggalnya 11 orang korban,”  jelasnya.

Soimah berkata, saat ini hanya terdapat satu orang tersangka. Namun, pihaknya akan melihat bagaimana proses dan pembuktian di persidangan.

“Saksi yang telah dimintai keterangan cukup banyak, ada 40 orang. Ada saksi ahli sungai juga,” ungkapnya.

Polisi menilai dalam insiden ini ada unsur kelalaian. Tersangka memiliki kompetensi dan pengetahuan yang cukup mengenai resiko yang akan terjadi. Namun, hal tersebut dihiraukan dan tidak dilakukan.