oleh

Miris ! Mak Iloh Tidak Pernah Dapat Bantuan dari Pemerintah

Buletin Indonesia News.com

Mak Iloh dan pak Dedi (Ketua Rt 06)

CIAMIS, Jabar — Miris wanita tua hidup sendiri di rumah yang sudah lapuk, tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.

Iloh Wartini (78) seorang janda warga Dusun Bojongmenger RT/RW 06/03 Desa Bojongmenger Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis, hidup seorang diri di sebuah rumah yang kondisinya sudah lapuk.

Mak Iloh sapaan akrab Iloh Watini yang tidak mempunyai pekerjaan dan penghasilan tersebut menceritakan kepada tim Buletin Indonesia News, Minggu (07/11/2021), untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari hanya mengandalkan bantuan dari tetangga. Nenek tua yang tidak mempunyai keturunan ini hidup sendiri setelah suaminya meninggal 7 tahun lalu, Selama ini Ia tidak pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah.

Ema mah henteu kenging bantuan nanaon ti pamarentah mah, ngan eta we beas mah sok aya ti pa RT (Ema tidak pernah mendapat bantuan apapu dari pemerintah , cuma kalau beras suka ada dari pa RT),” katanya dalam logat bahasa sunda.

Kondisi bagian rumah mak Iloh

Rumah mak Iloh sudah duduk jendela namun dibagian dinding temboknya sudah lapuk begitu juga dengan bilik nua sudah pada lapuk dan bolong, bila hujan pada bocor karena gentengnya banyak yang retak, untuk tempat buang air besar (BAB) ada di pinggir rumah yang hanya ditutupi bekas spanduk.

Ema kadang sieun lamun hujan angin, sieun kaurugan ku suhunan dapur bisi runtuh (Emak kadang takut kalau hujan disertai angin, takut tertimpa atap dapur takut runtuh),” ucapnya.

Mak Iloh berharap bisa memperbaiki rumah peninggalan suaminya tersebut, namun apa daya jangankan buat memperbaiki rumah buat hidup sehari-hari juga mengandalkan dari tetangga yang ngasih bantuan.

“Ema hoyong ngomean bumi teh, tapi da kumaha teu mampu (Ema ingin memperbaiki rumah tapi tidak mampu),” ucapnya.

Sementara itu Ketua RT 06 RW 03 Desa Bojongmenger, Dedi Sukandar (57) membenarkan bahwa mak Iloh memang tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah dan tidak tercatat sebagai penerima bantuan dari pemerintah.

“Memang mak Iloh selama ini tidak mendapat bantuan apapun dari pemerintah kayanya tidak tercatat sebagai penerima bantuan, baik BLT, BPNT, BLT DD dan lainnya,” katanya.

Dedi menjadi Ketua RT 06 baru sekitar 4 bulanan, itupun ditunjuk warga karena kepengurusan RT sebelumnya tidak bekerja/berfungsi. Dedi juga tidak mengerti mengapa orang seperti mak Iloh yang seharusnya berhak menerima bantuan tapi tidak terdaftar, sedangkan ada warga yang mampu, punya mobil kenapa bisa mendapat bantuan.

“Saya sudah mendaftarkan mak Iloh agar mendapatkan bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) untuk tahun depan, dan bisa juga mendapatkan bantuan Rutilahu untuk rumahnya,” ungkapnya.

Sejak Dedi menjadi Ketua RT, mak Iloh suka mendapat bantuan itupun atas inisiatif dirinya dan kesepakatan warga yang menerima bantuan agar menyisihkan sebagian bantuan yang diterimanya untuk diberikan kepada yang tidak menerima.

“Mereka rela menyisihkan sebagian bantuan yang diterimanya untuk diberikan kepada yang tidak menerima, di RT 06 ini ada empat orang tidak menerima bantuan padahal mereka layak dan berhak menerima bantuan termasuk mak Iloh,” jelasnya. (Nank Irawan**)

News Feed