27 Santri Terkonfirmasi Positif, Pesantren Miftahul Huda Al Azhar di Lockdown

27 Santri Terkonfirmasi Positif, Pesantren Miftahul Huda Al Azhar di Lockdown

27 santri terkonfirmasi positif, Pesantren Miftahul Huda Al Azhar di Lockdown

Banjar, buletinindonesianews.com – Kasus penemuan kontak erat covid dari cluster Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo menjadi cluster terbanyak penyumbang angka penambahan covid-19 dikota Banjar.

Data yang dirilis satgas penanganan covid-19 kota Banjar hari ini, Senin (16/11) sudah ada 27 kasus santri terkonfirmasi positif berdasarkan swab PCR RSUD kota Banjar dimana kasus tersebut berasal dari kontak erat pasien terkonfirmasi sebelumnya.

Rapat evaluasi covid di ruang rapat Gunung sangkur setda kota Banjar

Total jumlah kasus covid dikota Banjarpun melesat dengan akumulatif sebanyak 122 kasus dengan rincian 56 kasus positif aktif, 65 kasus telah sembuh dan 1 kasus meninggal dunia.

Hal tersebut diungkap wakil walikota Banjar, H Nana Suryana dalam keterangan persnya usai menghadiri rapat evaluasi covid-19 bersama FORKOPIMDA di ruang rapat Gunung Sangkur Setda Kota Banjar.

“atas banyaknya penambahan cluster pesantren, kami sepakat akan melakukan lockdown terhadap pesantren dibawah pengawasan ketat dari TNI/Polri dan satgas penanganan covid-19 kota Banjar,” ucapnya.

Lebih lanjut, Nana mengatakan bahwa penanganan santri terkonfirmasi dilakukan dengan isolasi mandiri dilingkungan pesantren.

“ruang isolasi akan disiapkan oleh Dinkes kota Banjar dan melibatkan tim medis dari puskesmas. Hal tersebut dilakukan karena banyaknya cluster pesantren yang tidak tertampung di fasilitas isolasi milik pemerintah,” jelasnya.

Saat ini, kapasitas ruang isolasi di RSUD maupun RS Asih Husada sudah semakin sedikit mengingat terjadinya lonjakan terhadap kasus covid-19.

“melalui hasil rapat evaluasi, rencananya kami akan menyiapkan GBP sebagai ruang isolasi tambahan bagi pasien terkonfirmasi tanpa gejala sebagai solusi atas lonjakan kasus covid yang kali ini terjadi,” terangnya.

Wakil wali kota kemudian menegaskan atas lonjakan kasus covid, pemerintah kota Banjar akan menghentikan PTM bagi sekolah yang berada di zona merah.

“PTM hanya bisa dilakukan di zona hijau dan itupun menyesuaikan perkembangan kasus covid,” pungkasnya.

(Susi)

Admin BIN