9 Bulan Tenaga Medis RSUP Ir. Sukarno Babel, Diduga Belum Dibayar

9 Bulan Tenaga Medis RSUP Ir. Sukarno Babel, Diduga Belum Dibayar

poto ; dari internet

9 Bulan Tenaga Medis RSUP Ir. Sukarno Babel, Diduga Belum Dibayar

Pangkalpinang, buletinindonesianews.com
Berawal dari keluhan seorang tenaga medis yang mewakili seluruh tenaga medis yang ada di RSUP Ir. Soekarno Provinsi Bangka Belitung menceritakan kepada media, jika insentifnya dari Tahun 2020 selama Sembilan (9) Bulan belum di bayarkan, padahal dana klaim dari BPJS telah cair, kata narasumber kami yang namanya tidak ingin di sebutkan, Senin (05/07/2021) malam.

Begitu Kepala keuangan diganti dari inspektorat di Tahun 2021 yang memang orangnya lurus pembayaran instetif tahun 2021 selalu lancar dan dibayarkan tepat waktu, sementara sewaktu dipegang kepala keuangan yang lama selalu telat bahkan tidak dibayar selama Sembilan (9) Bulan.

“Managamen Kepala Keuangan yang sebelumnya itu kacau bener bang, luar biasa kacau nya,” keluhnya.

Kacaunya lagi apa bila tenaga medis yang menanyakan haknya kepada Kepala Keuangan RSUP Babel yang lama masih menjabat, kapan insentif itu cair, selalu bilang jika dana insentif buat tenaga medis tersebut dialokasikan buat pembangunan. Sementara kenyataan di lapangan pembangunan tersebut tidak ada sama sekali,” sambungnya.

Sementara dana untuk (JP) Jasa Pelayanan dari BPJS setiap beberapa bulan sekali sudah masuk ke kas Rumah Sakit, tapi ironisnya tidak ada pencairan yang di dapat oleh para tenaga medis yang bekerja di RSUP Babel. Kesannya mereka seperti kerja rodi tanpa ada timbal balik, sementara mereka harus di tuntut bekerja sebagai pelayan jasa terhadap para pasien yang di rawat di RSUP dengan baik dan seramah mungkin terhadap pasien.

“Uang dari BPJS itu setiap beberapa bulan sekali udah masuk ke kas rumah sakit bang, tapi kok pencairannya nggak pernah ada (tidak dibayar) ke kita, selama ini pencairan jasa pelayanan jasa medis itu orang pusat nggak tahu bang, uangnya udah cair tapi pembagiannya buat tenaga medis nggak nyampai ke kita, gitu bang,” Sesal Narasumber ke dua yang juga tidak mau di sebut namanya.

Disebutkannya lagi jika uang yang seharusnya hak para tenaga medis itu sering digunakan untuk keperluan lain dengan alasan untuk pembangunan.

“Uangnya tu sering di pake untuk keperluan yang lain, alasannya untuk pembangunan itu-itu aja alasan tuk pembangunan, tapi yang saya dengar sekarang akan diusut oleh keuangan kita yang baru,” jelasnya lagi.

Di tempat berbeda, Direktur RSU Provinsi Bangka Belitung Armayani Rusli kepada buletinindonesianews.com mengatakan bahwa rumah sakit mengalami penurunan pasien karena ulah oknum Dokter

“Pendapatan dengan pengeluaran rumah sakit saat ini tidak sesuai, kami harus harus membayar dokter spesialis yang mahal sementara pencairan dari BPJS tidak sesuai,”tutur Armayani kepada awak media bertemu langsung di Pangkalpinang. Selasa, (06/07/2021)

“Tapi kami akan membayar insentif itu secepatnya, uangnya pun ada kok saya simpan di Bank, tunggu team audit pemeriksa keuangan setelah diperiksa baru kami akan bayar insentif jasa medis selama 9 bulan di tahun 2021 yang belum dibayar,”ucapnya

Narasumber lain mengatakan kalau mereka telah adukan hal ini kepada Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK) dengan Nomor aduan A-20210701926 berdasarkan aduan kami itu hak KPK untuk lanjutkan atau tidaknya perihal ini yang pasti kami sudah buat pengaduan tentang hal ini.

Penulis : Edoy/Aldo

Admin BIN