Angkat Potensi Wisata, Dewan Kebudayaan Ciamis Usul Pemberian Nama Taman Sesuai Filosofi Sejarah

Angkat Potensi Wisata, Dewan Kebudayaan Ciamis Usul Pemberian Nama Taman Sesuai Filosofi Sejarah

Buletin Indonesia News
CIAMIS, —
Dr. Yat Rospia Brata, salah satu tokoh masyarakat Cisaga mengapresiasi pemerintah Kabupaten Ciamis atas pembangunan sejumlah taman termasuk taman atau Alun-Alun Cisaga. Kendati demikian, Yat yang juga Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis ini mengusulkan agar instasi terkait dalam hal ini Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukinan dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) agar pemberian nama taman turut memperhatikan Filosofinya sehingga destinasi publik ini juga dapat menjadi edukasi yang secara tidak langsung mengangkat potensi sejumlah wilayah di Kabupaten Ciamis.

“Contohnya Taman Surawisesa Kawali, itu kan sangat edukatif mampu mengangkat potensi wisata religi kawali. Jadi, alangkah baiknya taman lain juga buat seperti itu. Cuma pencatutan nama aja kok, lagipula biayanya ga seberapa tapi pengaruhnya sangat besar dalam menarik minat pengungjung termasuk luar Ciamis”. Papar Yat.

Yat mengatakan, pemberian nama nama taman dengan memperhatikan filosofi sejarahnya, bisa menjadi salah satu perwujudan progra Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam mengangkat potensi wisata. Namun, pihaknya belum mengetahui rencana awal pembangunan taman di Cisaga ini, sehingga pihaknya tidak ada ruang untuk menyampaikan saran.

Yat mengusulkan agar di Alun-Alun Cisaga juga dicatut nama “Singa Perbangsa III”. “Nama ini kan memiliki histori sejarah yang ditandai dengan sebuah situs budaya berupa makam Singa Perbangsa III yang cukup besar tidak jauh dari Alun-Alun Cisaga. Situs ini sering dikunjungi pemerintah Kabupaten Karawang untuk melakukan ziarah. Jadi, potensi wisata religi kan bisa terangkat, bukan hanya Cisaga saja tapi juga taman-taman lain yang sedang dibangun, ujar Yat yang juga Rektor Universitas Galuh Ciamis ini, Kamis (11/12/19)

Sementara itu, Carli, salah satu pejabat Dinas PRKPLH Ciamis mengatakan belum bisa mencatut nama Singa Perbangsa III karena yang diterapkan adalah berdasarkan perencanaan pembangunan atau RAB, cukup mencatut nama Alun-Alun Cisaga. “Kontraktor pelaksana juga sedang mengejar waktu untuk menyelesaikan kontrak kerja pembangunan Ruang Terbuka Publik (RTP) Cisaga ini. RTP ini nanti akan kita serahkan pengelolaanya kepada pemerintah desa, jadi pemerintah desa untuk selanjutnya bisa membahasnya” papar Carli.

Hal senada juga disampaikan Dani, Konsultan Perencana pembangunan RTP Cisaga. Dia mengatakan sebelum dimulainya pembangunan ini sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk membahasnya bersama tokoh-tokoh. Namun, tidak ada yang mengusulkan soal nama, sehingga yang diterapkan dalam RAB adalah nama Alun-Alun Cisaga. (Agus**)

Admin BIN

%d blogger menyukai ini: