oleh

Bupati Bangka Rapat Dengar Pendapat (RDP) Dengan Nelayan, Terkait Masuknya KIP Di Bedukang Dan Tuing.

Buletinindonesianews.com

Sungailiat, Bangka — Bupati Bangka Mulkan SH MH Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan nelayan terkait permasalahan masuknya Kapal Isap di area tangkapan nelayan Bedukang dan Tuing di rumah dinas Bupati. Selasa (24/08/2021)

Hadir dalam acara dengar pendapat tersebut Bupati Bangka , Wakil Bupati Bangka , Kapolres Bangka, Kajari Bangka,
DPRD Bangka ,OPD Bangka ,PT Timah Tbk serta para nelayan.

“Bupati Bangka Mulkan SH MH dalam kesempatan acara tersebut mengatakan adanya anggapan atau isu yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan dan membawa nama Bupati Bangka Mulkan memiliki kapal isap baik di Matras maupun di tiga wilayah tersebut, ” bebernya

( Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan nelayan terkait permasalahan masuknya Kapal Isap di area tangkapan nelayan Bedukang dan Tuing di rumah dinas Bupati ).

Perlu saya luruskan dan tegaskan bahwa jangankan kapal isap, ponton pun tidak punya, selama ini banyak berkembang kabar burung bahwa Bupati Bangka tersebut  memiliki kapal isap yang beroperasi di wilayah laut tersebut.

” ini membuat kesalahan dan kurang nyaman bagi saya selaku Kepala Daerah yang akan menjadi sorotan masyarakat Kabupaten Bangka, saya tegaskan lagi dihadapan kawan kawan semua Demi Allah, Demi rasulullah, Saya tidak memiliki kapal isap sehingga apa yang disangkakan selama ini itu tidaklah benar dan saya pun kecewa atas perusakan nama baik dirinya.” Jelas Bupati Bangla Mulkan SH MH

”Jika ingin berbisnis untuk apa memiliki jabatan sebagai Bupati, lepaskan saja jabatan tersebut karena saya memiliki tujuan, sebagai pemimpin, ini merupakan sebuah pengabdian kepada masyarakat,” Tambahnya

Mulkan menjelaskan dengan adanya RDP ini semua bisa mendengar secara langsung dan faktual dan inilah yang kita inginkan. ” Jangan sampai kami selaku Kepala Daerah, baik eksekutif maupun legislatif tidak tahu menahu kalau sudah ada persetujuan dari masyarakat terkait masalah KIP di wilayah tersebut,” Ungkapnya

Intinya kata Bupati Bangka Mulkan SH MH hari ini kami mengundang masyarakat nelayan tersebut biar clean anda clear karena mendengar langsung .Kami berharap dengan memberikan fahaman kepada masyarakat karena ini bukan keinginan pemerintah daerah dan membiarkan masyarakat,” Pungkasnya

Karena adanya aktivitas pertambangan di daerah ini dan ada aturan dari pemerintah pusat, kami pemerintah daerah wajib mengamankannya.

(Wawan)

News Feed