Didaerah Lain Dibuang, ODGJ di Kota Banjar dibersihkan dan Dirawat Para Relawan

Didaerah Lain Dibuang, ODGJ di Kota Banjar dibersihkan dan Dirawat Para Relawan

Didaerah lain dibuang, ODGJ di kota Banjar dibersihkan dan dirawat para Relawan

Banjar, buletinindonesianews.com – Penangan ODGJ dikota Banjar dipastikan berbeda dengan daerah lainnya. Kendati pihak Dinas Sosial kota Banjar belum menunjukan keseriusannya dalam mengatasi ODGJ, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para relawan ODGJ guna mencari solusi yang tepat dalam menangani bermunculannya ODGJ di kota Banjar.

Para relawan dikota Banjar ini melakukan gebrakan dalam mengatasi ODGJ. Mulai dari memandikan, mencukur dan memberi pakaian yang layak, para relawan juga merawat para ODGJ dengan tujuan memanusiakan mereka yang mengalami gangguan mental.

Tercetusnya gerakan memanusiakan ODGJ tersebut dimulai sejak bulan Desember 2020 dan sampai saat ini sudah berhasil menangani 40 ODGJ. Awalnya, ada salah satu ODGJ berjenis kelamin perempuan yang kedapatan tengah hamil. Hal tersebut diungkap Yenny, relawan ODGJ kota Banjar yang selama ini banyak memberikan kontribusi dalam gerakan kemanusiaan ini.

“saya dibantu rekan-rekan akhirnya tergerak untuk merawat ODGJ yang ada dikota Banjar, terlebih ada 5 ODGJ perempuan yang kedapatan tengah hamil dan saat ini kami titipkan di Yayasan Mentari kota Tasik dan Bani Syfa kecamatan Lakbok sampai mereka melahirkan,” bebernya.

Dikatakan Yenny, dari 40 ODGJ, 8 orang diantaranya merupakan warga asli kota Banjar dan sisanya dari luar kota Banjar.

” dari 40 ODGJ, 8 orang berjenis kelamin perempuan dan 5 diantaranya tengah hamil,” imbuhnya.

Sepak terjang relawan ODGJ di kota Banjar tentunya patut diberikan apresiasi mengingat mereka secara swadaya menggalang donatur guna merawat ODGJ, bukan dengan membuang keluar daerah seperti yang selama ini dilakukan.

“kami bekerjasama dengan para donatur dan youtuber untuk menyelamatkan ODGJ yang ada dikota Banjar. Selama ini cara yang diterapkan selalu membuang ODGJ yang datang ke luar daerah, namun itu bukan solusi yang tepat, makanya kami atasi dengan cara merawat dan mempublis keberadaan mereka lewat para youtuber dan medsos,” urai Yenny.

Dengan viralnya penanganan yang dilakukan relawan, tidak sedikit keluarga ODGJ yang akhirnya mendapat kesempatan untuk dipertemukan lagi dengan keluarga yang selama ini dianggap hilang.

“banyak ODGJ yang akhirnya bertemu kembali dengan keluarganya dan akhirnya diambil untuk mereka rawat,” kenang Yenny.

Saat ini, para relawan berharap untuk mendirikan Yayasan perawatan ODGJ di kota Banjar dan pihak pemerintah untuk tidak berpaling dari permasalahan ini.

“dalam penanganan ODGJ, selama ini kami patungan dan banyak disumbang para donatur yang peduli atas nasib ODGJ, ke depannya kami berharap pemerintah dapat mengulurkan tangan untuk bersama-sama mengatasi ODGJ yang ada dikota Banjar dengan cara yang manusiawi,” tutup Yenny.

(Susi)

Admin BIN