Disdik Berharap PTM Tetap Dapat Dilaksanakan di Zona Merah dengan Syarat

Disdik Berharap PTM Tetap Dapat Dilaksanakan di Zona Merah dengan Syarat

Disdik berharap PTM tetap dapat dilaksanakan di zona merah dengan syarat

Banjar,BINews.com-Penerapan Pembelajaran tatap muka (PTM) bagi sekolah di tingkat SD, SMP dan SMA hari ini mulai dibuka kembali. Sesuai data yang diberikan dinas pendidikan kota Banjar melalui kabid dikdas Disdik kota Banjar, Ahmad Yani, sebanyak 43 sekolah di tingkat SD dan SMP menjalankan PTM mulai senin (9/11).

Sekolah yang akan menjalankan PTM merupakan sekolah yang berada di zona hijau dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat guna mengantisipasi penyebaran virus.

Kabid Dikdas dinas pendidikan kota Banjar, Ahmad Yani

Dinas pendidikan bahkan mengintruksikan pencegahan bagi siswa ataupun guru dari zona merah untuk mengikuti PTM dan penutupan kembali sekolah bila sewaktu-waktu terdapat kasus covid baru.

Pantauan Buletin Indonesia News di Kelurahan Banjar yang kini menjadi zona merah, beberapa sekolah tetap melaksanakan PTM. Salah satunya adalah SDN 4 kota Banjar yang hari ini mulai melakukan pelajaran tatap muka dengan siswa kelas 6.

“sesuai dengan hasil rapat bersama dinas dan animo orang tua siswa maka kami membuka kembali sekolah lewat PTM secara bertahap dan dengan disiplin protokol kesehatan yang ketat,” terang Rokayah, kepala sekolah SDN 4 Banjar.

Kabid Dikdas dinas pendidikan kota Banjar, Ahmad Yani, membenarkan pernyataan Rokayah dan mengatakan bahwa pihaknya belum memberikan arahan kembali terkait perubahan peta resiko penyebaran virus covid-19 khusus wilayah kelurahan Banjar.

“sebelumnya, dalam peta resiko kelurahan Banjar masih zona hijau, namun berubah menjadi zona merah setelah ada kasus terkonfirmasi positif,” urainya.

Untuk itu, pihaknya segera memerintahkam agar pelaksanaan PTM di sekolah yang berada di zona merah untuk dihentikan demi memutus mata rantai penyebaran virus covid-19.

“saya langsung intruksikan para kepala sekolah untuk menghentikan sementara PTM sampai peta resiko kelurahan Banjar berada di zona hijau,” ujarnya.

Kendati demikian, Ahmad Yani berharap ada kajian kembali terkait kebijakan yang akan diterapkan bagi pelaksanaan PTM di zona merah.

“kami berupaya untuk mengejar target pendidikan dimana siswa perlu menjalankan pembelajaran tatap muka disekolah di masa pandemi ini. Apabila diperkenankan, kami berharap kegiatan PTM dapat terus berjalan kendati berada di zona merah. Syaratnya yaitu selama domisi sekolah tidak berada di wilayah dimana terdapat kasus covid,” harapnya.

Menurutnya, selama sekolah berada diluar area dimana terdapat kasus covid dan dengan protokol kesehatan yang ketat maka resiko penyebaran dapat diminimalisir.

“seperti halnya di kelurahan Banjar, terdapat beberapa sekolah, saya berharap apabila sekolah tersebut jauh dari lingkungan dimana terdapat kasus terkonfirmasi positif, maka PTM dapat dilaksanakan dan tentunya pengecualian bagi peserta didik maupun tenaga pengajar yang berasal dari lingkungan terdekat pasien terkonfirmasi positif,” tuntasnya.

Selain solusi yang dapat diberikan pemerintah untuk melancarkan program pelaksanaan PTM, Ahmad Yani juga berharap adanya koordinasi lintas sektoral yang lebih terjalin baik agar pihaknya dapat melaksanakan PTM sesuai dengan sinkronisasi data antara dinas pendidikan dan satgas penanggulangan Covid-19.

Koordinator sekretariat Satgas penanggulangan covid, H Edi Herdianto,S.Sos,M.Si saat dihubungi mengatakan bahwa walikota sudah mengintruksikan pelaksanaan PTM bagi sekolah yang berada di luar zona merah.

“untuk kebijakan pelaksanaannya seperti apa, walikota sudah menyerahkan kepada kepala dinas pendidikan untuk mempertimbangkan program tersebut dengan resiko penyebaran agar tidak menimbulkan cluster sekolah,” pungkasnya.

(Susi)

Admin BIN