Ditengah Wabah Covid-19,
Sertu Warisno Tetap Aktif Dampingi Pengrajin Anyaman Pandan

Ditengah Wabah Covid-19,Sertu Warisno Tetap Aktif Dampingi Pengrajin Anyaman Pandan

Buletin Indonesia News,

Kebumen,- Di tengah pandemi corona (Covid-19) sejumlah kelompok usaha produktif harus melakukan kiat-kiat agar tetap bisa mempertahankan usahanya.

Ditengah-tengah Pandemi wabah virus Corona Kelompok Usaha Produktif Margo Rahayu Desa Grenggeng Kec. Karanganyar tetap aktif berproduksi membuat kerajinan dari anyaman pandan.

Sertu Warisno sebagai Babinsa Grenggeng ikut berperan aktif mendampingi kegiatan ibu-ibu yang tetap semangat membuat kerajinan anyaman pandan

Sertu Warisno sebagai Babinsa Grenggeng ikut berperan aktif mendampingi kegiatan ibu-ibu yang tetap semangat membuat kerajinan anyaman pandan bersama Kelompok Usaha Produktif Margo Rahayu Desa Grenggeng, Minggu (03/05/2020).

Sertu Warisno menuturkan “Wabah Corona menghantam berbagai sendi perekonomian. Penyebaran virus yang mengharuskan aktivitas manusia dilakukan secara social distancing (jarak sosial), bekerja dari rumah dan dalam kadar ekstrem sebagian daerah melakukan langkah PSBB sehingga berdampak pada perlambatan aktivitas ekonomi (supply and demand). Sementara sebagai pemenuhan kebutuhan hidup keluarga kegiatan produksi harus tetap berjalan untuk menopang ekonomi keluarga,” tuturnya.

“Dalam suasana seperti sekarang ini, Kelompok Usaha Produktif Margo Rahayu lebih menyibukkan diri dengan pembuatan motif-motif baru,”.

Dengan koleksi baru tersebut, berharap nantinya kalau situasi sudah normal, bisa menjadi daya tarik sendiri bagi pelanggannya. ”Ya mudah-mudahan. Di masa Lebaran atau sesudahnya bisa pulih kembali,” terang Warisno.

Sementara Ibu Juliah sebagai pengurus dan pengrajin anyaman pandan mengatakan “Ditengah wabah Virus Corona seperti sekarang ini, kami harus tetap berinovasi agar tidak kehilangan pelanggan,”.

“Jumlah produksi berkurang itu sudah pasti. Sekarang ini kami sebatas menyelesaikan order baik yang melalui online maupun yang datang langsung ke sini untuk lokalan saja,” kata Juliah.

Menurut Juliah, jika dibanding dengan sebelum masa pandemi Corona permintaan pada bulan April-Mei biasanya meningkat. Namun, karena kondisi sekarang lagi pandemi Corona, permintaan menurun drastis.

“Kami para pengrajin berharap musibah ini akan segera berlalu dan kegiatan ekonomi dan produksi lancar seperti sedia kala,” pungkasnya.

Yatiman

BULETIN INDONESIA NEWS

%d blogger menyukai ini: