oleh

Fadli Zon Usulkan Presiden Panggil Panglima TNI, Kapolri, Sampai Kepala BIN Terkait Pucuk Senjata

Buletin Indonesia News  JAKARTA –  Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon, akan memanggil bebera terkait pembelian pucuk senjata api oleh lembaga non-militer.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon, menilai isu pembelian 5.000 pucuk senjata api oleh lembaga non-militer, yang dihembuskan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sangat sensitive

Fadli mengusulkan ada dua cara menyelesaikan polemik ini.

Pertama, Presiden Joko Widodo memanggil pihak terkait seperti Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menko Polhukam Wiranto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian hingga Kepala BIN Budi Gunawan.

“Seharusnya pihak yang terkait, mungkin Presiden seharusnya dipanggil semua, baik itu Panglima TNI, Kapolri, Menko Polhukam, Menhan, dan mungkin juga KaBIN kemudian secara satu suara informasi itu selesai,” kata Fadli kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan,

Selanjutnya, harus ada penjelasan dari pemerintah kepada DPR terkait hal ini.

Untuk itu dirinya mengusulkan untuk menggelar rapat koordinasi antara Komisi I dan Komisi III.

Diketahui lembaga yang berwenang memesan dan menggunakan senjata api merupakan mitra kerja Komisi I dan Komisi III.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini berharap, rapat koordinasi digelar usai HUT TNI pada 5 Oktober mendatang.

“Mungkin Komisi terkait bisa saja nanti kita membuat semacam rapat koordinasi rapat gabungan Komisi I dan Komisi III,” katanya.

“Nanti kita diskusikan dulu dengan pimpinan Komisi I dan Komisi III kira-kira seperti apa atau rapat koordinasi saja karena ini menyangkut juga hal yang sangat sensitif terutama persoalan senjata,” kata Fadli.

Fadli menilai perbedaan informasi antara Gatot, Wiranto, Ryamizard hingga Tito menunjukkan lemahnya koordinasi di level pemerintahan.

“Informasi yang simpang siur menunjukkan tidak adanya koordinasi di level pemerintahan termasuk bagaimana menyelesaikan persoalan ini,” kata Fadli.

Diketahui, isu impor senjata yang diucapkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pada 22 September 2017 semakin liar seiring informasi senjata dan amunisi impor Kepolisian yang tertahan di Gudang Kargo, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Reporter : Ade R/Op

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed