Gawat, Kembali Bertambah 4 Kasus Terkonfirmasi Positif dikota Banjar, 1 Pasien Dibawa Pergi Keluarganya

Gawat, Kembali Bertambah 4 Kasus Terkonfirmasi Positif dikota Banjar, 1 Pasien Dibawa Pergi Keluarganya

BINews

Banjar, – Satgas penanggulangan covid kini harus kembali meningkatkan antisipasi penyebaran virus covid-19 yang semakin melesat naik. Saat ini total kasus terkonfirmasi positif dikota Banjar mencapai 60 kasus, dengan rincian 20 kasus aktif, 39 kasus sembuh dan 1 kasus meninggal dunia.

Munculnya kasus terkonfirmasi secara signifikan menimbulkan kenaikan grafik resiko penyebaran virus dikota Banjar. Terlebih, kasus penyebaran sudah memasuki cluster keluarga yang artinya tingkat penyebarannya sudah tinggi dan meluas.

kepala dinas kesehatan kota Banjar, Budi Hendrawan

Usai cluster keluarga dari kelurahan Purwaharja dan Muktisari, kali ini muncul cluster keluarga baru dari kelurahan Hegarsari yang terdiri dari ayah dan anak.

JC (17) warga lingkungan Ciktim, kelurahan Hegarsari, seorang siswa SMA di kota Banjar hari ini terkonfirmasi positif tanpa gejala berdasarkan tes swab PCR RSUD kota Banjar. JC diduga terpapar dari sang ayah yang terlebih dahulu dinyatakan positif dan tengah menjalani isolasi di RSUD kota Banjar.

Selain JC, penambahan kasus dari kelurahan Hegarsari juga menimpa SI (60) asal lingkungan Cikbar dan SP (24) warga lingkungan Pangadegan yang bekerja sebagai petugas apotek. Sementara ER (46) merupakan warga lingkungan Lembur Balong kecamatan Pataruman. SP, ER dan SI sebelumnya tercatat sebagai pasien suspek dengan keluhan hilang indra penciuman.

Ketiganya kini menjalani isolasi di RSUD karena ruang isolasi RS Asih Husada saat ini dikabarkan penuh dan rencananya akan menambah kapasitas ruangan bagi isolasi pasien tak bergejala dan bergejala ringan.

Dari keterangan kepala dinas kesehatan kota Banjar, Budi Hendrawan, dikatakan bahwa pasien JC menolak menjalani isolasi di RSUD dan mengajukan option isolasi mandiri.

“ditemani salah satu anggota keluarganya yang merupakan seorang aparat, JC bersama keluarganya justru pergi dengan mobil pribadinya pada saat tim medis dan Dinkes sedang menjalani koordinasi dengan satgas penanganan covid,” bebernya.

Kepergian JC bersama keluarganya yang semestinya menjalani isolasi mandiri usai ditetapkan sebagai pasien terkonfirmasi virus tanpa gejala menimbulkan kepanikan pada petugas covid-19 yang semula berniat menjemputnya.

“kami mendapat laporan dari lingkungan bahwa yang bersangkutan masih beraktivitas diluaran sejak menjalani swab karena memiliki kontak erat dengan ayahnya yang sudah terkonfirmasi positif. Demi mencegah penyebaran, karena hasil swab JC positif, rencananya kami akan menjemput pasien untuk diisolasi tapi keluarganya mengajukan isolasi mandiri,” terang Budi.

Sampai berita ini diturunkan, keluarga yang membawa pasien terkonfirmasi positif belum juga berhasil ditemukan.

Kapolres Banjar AKBP Melda Yanny, S.IK, MH saat dikonfirmasi membenarkan aksi pasien terkonfirmasi positif tersebut.

“saya sudah koordinasikeun dengan Dandim dan Kapolsek untuk melacak keberadaan keluarga tersebut karena berbahaya membawa pasien terkonfirmasi yang semestinya menjalani isolasi agar tidak memaparkan virus ke yang lainnya,” cetusnya.

(Susi)

Admin BIN