oleh

Hutan Produksi Desa Gunung Pelawan di Jarah Penambang Ilegal

Buletinindonesianews.com

Belinyu, Bangka — Aktivitas Tambang Timah illegal di kawasan Hutan Produksi Jalan Raya Lubuk Lesung Desa Gunung Pelawan Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka Kepulauan Bangka Belitung. Saptu (30/10/2021)

Saat awak media berada di lapangan, nampak beberapa mesin ponton Rajuk beroperasi di Hutan Produksi Jalan Lebuk Lesung , Desa Gunung Pelawan, kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Awak media mencoba meminta keterangan ke salah satu Warga sekitar, panggil saja Ayuk, ia  mengatakan yang punya tambang tersebut  bapak Jaya warga Gunung Pelawan.

“Yang punya tambang itu namanya pak Jaya pak, ” jawabnya singkat

Dengan temuan tersebut, harian ini akan berkoordinasi langsung dengan Polsek Belinyu.

Penanganan masalah tambang ilegal sesuai dengan Undang undang Minerba Nomor 3 Tahun 2020 Pasal 158.

“Setiap orang yang melakukan Penambangan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp100.OOO.000.000,00 (seratus miliar rupiah)”.

Kemudian, Barang siapa yang membuang limbah Sembarangan hasil dari pertambangan juga dijerat dengan UU PPLH nomor 32 Tahun 2009 Pasal 104.

“Setiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana pasal 60 dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliyar rupiah).

Dengan adanya Tambang Timah illegal yang beroperasi di pinggir jalan Lubuk Lesung ,Desa Gunung Pelawan , Kecamatan Belinyu harian ini meminta pihak APH untuk menindak tegas para oknum penambang Timah ilegal di kawasan Hutan Produksi tersebut.

(Tim)

News Feed