Kadishub Jabar Monev penanganan covid-19 di kota Banjar

Kadishub Jabar Monev penanganan covid-19 di kota Banjar

Kadishub Jabar Monev penanganan covid-19 di kota Banjar

Banjar,BINews.com – Dalam rangka monitoring dan evaluasi kesiapsiagaan pencegahan dan penanganan covid-19 dikota Banjar, Kadishub Jawa Barat Heri Antasari, S.T.,M.Dev.Plg mengunjungi sekretariat satgas penanggulangan covid-19 kota Banjar pada Jumat siang (13/11).

Kadishub bersama rombongan bertemu dengan Nursaadah selaku Asda 1 setda kota Banjar didampingi Staf Ahli, Eddy Jatmiko, Koordinator Lapangan Satgas penanggulangan covid, Eddy Herdianto, Pabung Kodim 0613 Ciamis, kalak BPBD dan kabid pencegahan dan penanggulangan penyakit, dr Agus Budiana dan pejabat Dishub kota Banjar yang diwakili oleh Kabid.

Di ruang rapat sekretariat satgas covid, Kadishub melakukan monev bersama satgas penanggulangan covid terkait penanganan covid dan pemulihan ekonomi melalui bantuan Gubernur.

Kadishub Jabar, Heri Antasari

Dalam rapat evaluasi tersebut, satgas covid menyampaikan beberapa kendala dalam penanganan covid ditengah melonjaknya jumlah kasus covid-19 dikota Banjar. Selain permasalahan kurangnya alat PCR yang merupakan salah satu cara dalam mempercepat penanganan covid, Satgas covid disampaikan Edi Herdianto juga mengalami kendala dalam terbatasnya ruang isolasi yang tidak seimbang dengan lonjakan pasien terkonfirmasi positif.

“kalau untuk bantuan Gubernur dalam rangka pemulihan ekonomi terkendala di pendataan saja,” ungkapnya.

Heri Antasari dalam keterangan persnya mengatakan bahwa pihaknya ditugaskan oleh Gubernur Jawa Barat sebagai Leader Official untuk komite kebijakan penanganan covid dan pemulihan ekonomi daerah.

“tugas kami juga guna memantau dan mengevaluasi bantuan sosial khususnya yang dari gubernur, untuk mengetahui sejauh mana mekanismenya, apakah ada kendala serta intervensi seperti apa yang perlu kita koordinasikan,” paparnya.

Dikatakannya, dengan adanya peningkatan kasus covid dikota Banjar terutama menghadapi libur panjang pada akhir desember nanti dengan potensi lintasan pariwisata menuju Pangandaran, maka tidak menutup kemungkinan akan menjadi lonjakan kasus covid secara signifikan.

“ini menjadi perhatian serius bagi kita dimana dikhawatirkan akan terjadi peningkatan cluster baru. Antisipasi lonjakan tersebut harus kita hadapi bersama dengan menyamakan frekuensi terhadap tantangan peningkatan kasus,” imbuhnya.

Lebih lanjut, antisipasi tersebut dapat dilakukan dengan melengkapi sarana dan prasarana dalam penanganan covid-19.

“selain alat PCR yang harus ditambah, juga diperlukan peningkatan komunikasi melalui ponsel bantuan Gubernur yang baru mencapai akses ke Desa, belum sampai ke Kelurahan selain penyesuaian data yang perlu ditingkatkan lagi,” ujarnya seraya menambahlan bahwa saat ini level kota Banjar berada pada zona kuning sehingga masyarakat dihimbau untuk terus menerapkan gerakan 3M dalam upaya mencegah penyebaran virus.

(Susi)

Admin BIN