GP Ansor Kota Banjar Lanjutkan Pelaporan Terhadap Pemilik Akun Penyebar Ujaran Kebencian

GP Ansor Kota Banjar Lanjutkan Pelaporan Terhadap Pemilik Akun Penyebar Ujaran Kebencian

BINews

Banjar, – Senin siang ini PC Ansor Banjar didampingi LBH GP Ansor Jawa Barat kembali mendatangi Mapolresta Banjar untuk menindaklanjuti pelaporannya atas dugaan ujaran kebencian yang dilakukan seorang tokoh masyarakat berinisial MG, yang diduga sebagai sang pemilik akun.

Kedatangan mereka diakui sekjen PC Ansor Banjar untuk mempertanyakan perkembangan proses pengusutan kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan akun atas nama MG dan tindakan persekusi sekelompok orang yang mengatasnamakan umat islam Kota Banjar terhadap Ketua GP Ansor, Supriyanto.

Setelah diterima oleh kasat reskrim, GP Ansor mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas proses dugaan ujaran kebencian dan persekusi yang menimpa Ketua GP Ansor. LBH Ansor Jabar memandang kasus ujaran kebencian dan persekusi tersebut sebagai delik umum yang sangat berpotensi terhadap konflik antar golongan. Apabila diperlukan, LBH tersebut siap membuat LO pengaduan masyarakat kepada Polres dengan tembusan Polda Jabar dan meluruskan bahwa belum ada islah diantara keduanya.

Senin pekan lalu MG saat memenuhi panggilan Satreskrim Polres Banjar menyatakan bahwa dirinya tidak pernah memposting ujaran kebencian seperti yang disangkakan GP Ansor kepadanya diakun medsosnya. Postingan AF yang dibagikannya di akun medsos tersebut dihujat GP Ansor karena mengandung ujaran kebencian kepada salah satu ketua umum GP Ansor yang dilampirkan photonya bersama beberapa tokoh lainnya yang dianggap sebagai herder-herder peliharaan istana.

Atas pernyataan tersebut, sekjen GP Ansor, Ahmad Muhtar, S.Pd.I, MM mengatakan pihaknya akan tetap melanjutkan pelaporan tersebut untuk mendapat titik terang atas kasus postingan bernada ujaran kebencian tersebut.

“kami ingin tau siapa sebenarnya pemilik akun tersebut dan apa tujuannya mengshare postingan tersebut. Terlebih kami mendapatkan rekaman video yang beredar sewaktu MG bersama Kasat Reskrim dan mengklaim bahwa dirinya di dzolimi. Kalau laporan ini kami hentikan kesannya Ansor memang mendzolimi kalau begitu. Jadi, kami akan tetap lanjutkan laporan agar mendapatkan kejelasan,” tegasnya.

Ahmad Muhtar juga membantah adanya islah antara PC GP Ansor dengan MG. Sebaliknya, justru pihaknya merasa mendapat tekanan dan persekusi dari sekelompok orang yang mendatangi rumah Ketua PC Ansor setelah pelaporan ke Polres dibuat.

“secara organisasi kami belum menerima islah tersebut. Salah satu pengurus GP Ansor memang sempat mengadakan pertemuan yang di inisiasi oleh pengurus MUI. Sayangnya, hasil pertemuan tersebut belum menemui kesepakatan untuk islah antara Ansor dengan MG,” paparnya.

MG saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp mengenai kelanjutan pelaporan dirinya, mengaku tidak mengerti atas pelaporan tersebut.

“padahal memang sudah islah tapi ini malah muncul hal seperti ini, saya juga belum paham,” jawabnya singkat.

(Susi)

Admin BIN