Minta Maaf, Pelaku Ujaran Kebencian Menangis di Polres

Minta Maaf, Pelaku Ujaran Kebencian Menangis di Polres

Minta maaf, pelaku ujaran kebencian menangis di Polres

BANJAR, buletinindonesianews.com – Kasus ujaran kebencian yang dilontarkan M. Ilyas, pemuda 27 tahun asal Kertahayu Pamarican pada sebuah postingan disebuah akun medsos berakibat fatal.

Pasalnya, komentar Ilyas dianggap tak pantas dengan mengatakan bahwa RSUD kota Banjar melakukan manipulasi data dan dagelan Corona. Berbagai komentar gerah warganet merespond apa yang disampaikan Ilyas berbuntut pada dorongan agar pihak kepolisian mengamankan Ilyas.

Kendati tidak ditindaklanjuti dengan pelaporan resmi, pihak RSUD yang masih dalam keadaan berduka pasca beberapa Nakesnya berjatuhan akibat virus covid-19 akhirnya hanya menuntut permintaan maaf Ilyas atas apa yang telah dilakukannya.

Kapolres Banjar AKBP Melda Yanny, S.I.K, MH dalam jumpa pers yang digelar di markas satreskrim Polres Banjar mengatakan bahwa pihaknya telah memanggil Ilyas untuk menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Banjar.

“ilyas sudah menyesali perbuatannya dan kami berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih bijak dalam bermedsos, jarimu bisa jadi harimaumu,” bebernya.

Pemuda yang bekerja sebagai kurir ini kemudian menyatakan permintaan maafnya kepada RSUD kota Banjar dihadapan sejumlah awak media.

“saya meminta maaf kepada pihak RSUD kota Banjar dan pihak lainnya yang merasa terganggu oleh postingan saya dan komentar tersebut sudah langsung saya hapus pada hari Sabtu, 5 desember 2020. Saya khilaf dan mengaku salah serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut dan akan menutup akun tersebut,” ujar Ilyas diakhir dengan tangis penyesalan.

Dr Sari W Wiharso, kepala puskesmas Banjar 3 yang fokus dalam penanganan covid-19 dikota Banjar berharap dengan adanya kejadian ini masyarakat dapat lebih bijak dalam bermedsos.

“Semoga tidak diulangi lagi dikemudian hari, meski setelah mengganti akun, bersembunyi dibalik nama akun siapapun akan terlacak dan mudah bagi kepolisian. Yang terpenting meminta maaf dengan sungguh-sungguh dan menyadari kesalahannya. Beruntung pihak RSUD bersedia memaafkan dan tidak melaporkan dengan menjerat melalui UU ITE. Semoga ini dapat menjadi pelajaran buat semuanya.Kalau memang belum paham dan baru kabar angin saja mendingan diam, berpendapat boleh tapi dipikirkan dulu,” akhirnya.

(Susi)

Admin BIN