Operasi Yustisi Belum Berdampak Terhadap Kesadaran Masyarakat Akan Protokol Kesehatan

Operasi Yustisi Belum Berdampak Terhadap Kesadaran Masyarakat Akan Protokol Kesehatan

BINews

Banjar, – Penindakan tegas pemerintah Kota Banjar bersama TNI/Polri dalam operasi Yustisi guna menekan jumlah pelanggaran terhadap protokol kesehatan rupanya belum berdampak positif terhadapat masyarakat. Pasalnya, masih banyak warga yang kedapatan tidak menggunakan masker saat beraktivitas terutama pada malam hari.

Pantauan Buletin Indonesia News, sepanjang area perkotaan masih banyak didapati warga maupun pelaku usaha yang mayoritas beraktivitas tanpa menggunakan masker. Bahkan, masih banyak anak balita yang dibawa beraktivitas diluaran tanpa APD.

Artinya, program bagi-bagi masker dan sosialisasi mengenai pentingnya menerapkan protokol kesehatan sampai penindakan humanis kurang berdampak terhadap tingkat kesadaran masyarakat. Umumnya, masyarakat hanya menggunakan masker pada waktu rawan penindakan sementara untuk malam hari banyak sekali ditemui aktivitas tanpa APD.

Gugus tugas Kota Banjar saat ini merilis data penambahan 1 pasien suspect di RSUD kota Banjar terkonfirmasi positif covid-19 sehingga total kasus terkonfirmasi saat ini mencapai 21 kasus dengan rincian 8 kasus positif aktif, 12 kasus yang telah sembuh dan 1 kasus meninggal dunia.

Wakil walikota Banjar, H Nana Suryana,

Wakil walikota Banjar, H Nana Suryana, saat dimintai tanggapan diruang kerjanya mengatakan bahwa saat ini strategi penindakan tidak sesuai dengan peta sasaran.

“sekarang migrasi virus yang dibawa dari orang luar daerah sudah memunculkan transmisi lokal. Untuk mengantisipasi terjadinya ledakan virus, kita harus meningkatkan pengawasan terhadap pendatang. Artinya, kita perlu memberlakukan kembali persyaratan agar pendatang wajib membawa hasil rapid tes atau swab tes saat datang ke kota Banjar. Kita harus serius mengantisipasi terjadinya migrasi virus kalau tidak ya kita akan kecolongan terus seperti sekarang,”
Paparnya.

Dikatakannya lagi, program bagi-bagi masker saat ini tidak akan maksimal apabila kita masih memberi peluang untuk virus bermigrasi ke kota Banjar melalui migrasi orang.

“kita semua harus bergerak dalam membendung migrasi virus. Kita harus sinergis dalam melakukan melangkah agar program pembagian masker maupun edukasi 3M beserta penindakan pelanggaran dapat mengenai sasaran yang tepat,” tutupnya.

(Susi)

Admin BIN