oleh

Perluasan Digitalisasi Perkuat Akuntabilitas, transparansi Dana Desa

buletinindonesianews.com
CIAMIS, Jabar — Perluasan digitalisasi  dapat menjadi salah satu poros utama untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Ciamis yang inklusif, hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, H. Tatang, saat memberikan sambutan pada launching desa digital di Aula Desa Sukaraja Kecamatan Sindangkasih, Jum’at, (20/08/21).

Menurutnya, perluasan digitalisasi telah dijadikan sebagai salah satu tujuan yang tercantum dalam surat keputusan Bupati Ciamis Nomor 900/KPTS.341-HUK/2021 tentang pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), salah satunya dengan merilis secara resmi Desa Digital Sukaraja di Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis.

“Melalui perluasan digital ini diharapkan mampu mendukung terbentuknya ekosistem digital yang efektif dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, bahkan hingga ke level desa,” katanya.

Pihaknya sangat mengapresiasi atas inisiatif yang telah dilakukan oleh seluruh perangkat desa dan Bumdes yang bekerja sama dengan PT. Netzme Kreasi Indonesia dalam menginisiasi langkah digitalisasi transaksi masyarakat di level desa. Dengan di launchingnya Desa Digital Sukaraja tersebut merupakan langkah tepat untuk mendorong Sinergi Pemerintah Kabupaten dengan perangkat desa dan Bumdes.

“Perluasan digitalisasi di level desa ini semata-mata untuk kesejahteraan masyarakat dan peningkatan ekonomi pedesaan, terutama dalam memperkuat akuntabilitas serta transparansi pengelolaan dana desa dan dana transfer pemerintah di desa,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Digital Sukaraja, Utuy Suyaman menjelaskan, Desa Sukaraja dijadikan sebagai desa digital tersebut merupakan visinya saat terpilih menjadi kepala desa pada tahun 2018. Menurutnya, ada kampung yang sudah menjadi kampung digital pertama di Indonesia tidak hanya di Kabupaten Ciamis saja.

“Penerapan digitalisasi diantaranya dengan diadakannya 2000 barcode QRIS salah satunya untuk transaksi digital bank sampah. Kedepannya kami akan mengupayakan untuk digitalisasi transaksi pada pembayaran air, listrik termasuk pendistribusian PKH,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Ceo Netzme Indonesia, menambahkan perlu proses dalam mewujudkan desa digital di Desa Sukaraja sampai bisa berhasil menjadi desa digital.

“Penerapan desa digital tidaklah instan, tetapi perlu dukungan dan partisipasi masyarakat dalam mendukung budaya digital terutama dalam hal transaksi,” pungkasnya. (Nank Irawan*)

News Feed