Petani di Ciamis Mengeluh, Hasil Tani Tak Maksimal Karena Kemarau

Foto Kebun Jagung Yang Kekeringan

 

Buletin Indonesia News CIAMIS, — Menghadapi musim kemarau, sejumlah petani di Kabupaten Ciamis lebih memilih menanam palawija, hal ini lantaran sawah yang biasa di gunakan untuk menanam padi tak teraliri air. Hal itu diungkapkan Ketua Kelompok Tani Sri Waringin Desa Gegempalan Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis, Tatang Lesmana, Sabtu (16/09/17).

Lanjut Dia, untuk menanam padi di Desa Gegempalan sudah tidak mungkin dilakukan dimusim kemarau, ini karena sawah di wilayah tersebut merupakan tadah hujan.

“Sementara untuk mengisi kekosongan lahan Kami menanam jagung, mentimun, kacang panjang serta terong, tapi hasil yang di dapat tidak maksimal seperti biasanya, dari lahan 100 bata hasil tani biasanya hingga 7 ton namun karena kemarau paling besar juga kami dapat 4 ton”, terangnya.

Sedangkan, kata Dia hasil pertanian berupa jagung terpaksa di petik ketika masih muda untuk mengindari kerugian akibat kekeringan meskipun sudah berusaha di siram dengan air yang di sedot menggunakan pompa. “Apalagi sumber air yang dekat dengan area sawah pun tidak ada”, singkatnya.

Reporter : Lilis Susilawati

 

Admin BIN

Tinggalkan Komentar