Sekjen DPP Penjara, Police Line Tidak Tepat Terpasang di Rumah Suspect Corona-19)

Sekjen DPP Penjara, Police Line Tidak Tepat Terpasang di Rumah Suspect Corona-19)

Buletin Indonesia News,

Depok, — Sekjen DPP Penjara (Pemantau Kinerja Aparatur pemerintah) dari pantauan menilai adanya garis polisi (Police Line) di rumah suspect virus Corona (covid-19) yang kini terjadi di Depok dinilai tidaklah tepat.

Karena, kedua orang suspect virus Corona (covid-19) tersebut bukanlah pelaku tindak pidana kejahatan yang lajimnya melakukan kejahatan dan rumah suspect virus Corona juga, bukanlah Tempat Kejadian Perkara (TKP) suatu tindak pidana.

“Sepanjang penelusuran saya di dalam UU No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian ataupun Peraturan Kapolri No.6 tahun 2010 tentang Manajemen Penyidikan oleh PPNS, tidak ditemukan satu pasal pun yang mengatur tentang garis polisi bagi rumah atau tempat beradanya suspect virus Corona (Corona-19)” jelas Sekjen DPP Penjara Tony Supriadi, S.H, M.H di dampingi Ketum kepada Buletin Indonesia News, di kantor Depok, Rabu (4/03/2020).

“Saya merasa kasihan terhadap keluarga korban dan korban suspect virus Corona (Corona-19) yang terjadi di Depok,”tambahnya.

Lanjut Tony, Sudah cukup berat beban medis yang harus mereka hadapi. Jangan ditambah lagi beban psikologis dari masyarakat luas dengan memberi garis polisi di rumah dan halaman rumah suspect virus corona.

“Biasa kan hanya locus delicti atau TKP tindak pidana kejahatan yang diberi garis polisi. Baiknya di rumah korban diberi garis Kemenkes bukan garis polisi, ” terang Tony

Seraya menambahkan dengan maraknya dalam pemberitaan di media yang mengabarkan kalau rumah dan halaman suspect virus Corona (Corona-19) yang di Depok diberi garis polisi oleh petugas setempat.

(T/A)

BULETIN INDONESIA NEWS

%d blogger menyukai ini: